Tim WFQR-1 berdiskusi dengan Nakhoda MV Harvester di Belawan
MN, Medan – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-1 Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) berhasil menangkap dan mengamanakan dua dari delapan pelaku komplotan yang melakukan perompakan terhadap kapal kargo MV Harvester berbendera Liberia yang sedang lego jangkar di bouy No 2 Belawan, Sumatera Utara, Sabtu (3/6).
Menurut Komandan Lantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Roberth Wolter Tappangan, kedua pelaku R alias B dan A ditangkap oleh Tim WFQR-1 sehari setelah kejadian masing-masing di rumahnya, Kampung Nelayan Seberang Belawan.
Dari informasi yang diperoleh, A adalah orang yang berperan sebagai penyedia sarana boat yang digunakan untuk merompak. Saat ini boat Seruwe milik A diamankan di dermaga Satkamla Lantamal I.
Selanjutnya Komandan Lantamal I Belawan menjelaskan kronologis kejadiannya, sebelumnya WFQR-1 mendapat informasi dari Vessel Traffic Services (VTS) Belawan, telah terjadi pembajakan di kapal kargo MV Harvester itu pada posisi lego jangkar di bouy No 2 Belawan.
Kemudian Tim WFQR-1 dengan menggunakan KRI Sutedi Senoputra-378 dan petugas medis bergerak menuju MV Harvester dan menemukan ABK jaga kapal dalam keadaan terikat dengan tali plastik, namun tidak ditemukan para pelaku perompak.
Selanjutnya Tim WFQR-1 bergerak cepat dengan menggunakan Satkamla Belawan memburu perompak tersebut menuju Kampung Nelayan. Dua dari delapan perompak itu berhasil ditangkap dan diamankan dua dari delapan perompak.
Dari hasil interogasi, pelaku mengakui bahwa mereka yang berjumlah delapan orang pada hari Jumat (2/6), bergerak dari Kampung Nelayan menggunakan 2 unit perahu jenis Seruwe dan perahu pancung, menuju perairan Belawan untuk mencari sasaran kapal-kapal yang sedang lego jangkar.
Komandan Lantamal I Belawan mengatakan, komplotan perompak tersebut menaiki kapal kargo MV Harvester dan mencuri cat sebanyak 7 kaleng ukuran 25 liter merk Internasional.
Kapal kargo MV Harvester sendiri diawaki 19 crew termasuk nakhoda berlayar dari Koh Sichang, Thailand pada tanggal 24 Mei 2017 dengan tujuan Belawan.
“Hingga saat ini Tim WFQR-1 masih terus melakukan pencarian terhadap enam pelaku perompak lainnya guna diproses hukum, sedangkan R alias B dan A saat ini dititipkan di ruang tahanan Provost Denma Lantamal I Belawan,” pungkas Komandan Lantamal I Belawan.
(Adit/MN)
Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Palembang mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025,…
Makassar (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan sejak dini, khususnya bagi para…
Jakarta (Maritimnews) - Meningkatnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan di Port of Tanjung Priok berdampak positif,…
Pontianak (Maritimnews) - Seiring menguatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang di Provinsi Kalimantan Barat, IPC…
Oleh: Mohamad Erwin Y Zubir (INSA JAYA) Pertanyaan ini tak lagi bersifat teoritis tapi lahir…
Salah satu permasalahan yang masih terjadi hingga saat ini ialah muatan balik yang masih belum…