Categories: DiplomasiHLTerbaru

Bawa Kepentingan Nasional, Menko Luhut terpilih sebagai Wapres Konferensi Kelautan Dunia

Menko Luhut bersama Deputi IV Kemenko Maritim Safri Burhanuddin dan Menteri Susi dalam Konferensi Kelautan Dunia di New York, (5/6). (Foto: Dok Safri Burhanuddin)

MN, New York – Pada pembukaan Konferensi Kelautan Dunia di markas besar PBB, senin (5/6/2017), Menko Maritim Luhut Pandjaitan dipilih sebagai Wakil Presiden Konferensi tersebut bersama PM Fiji Frank Bainamarama dan Wakil Perdana Menteri Swedia Margot Wallstrom. Ketiganya terpilih sebagai Wakil Presiden dalam pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk mendukung implementasi Sustainable Development Goals 14 (SDG14).

Secara khusus SDG 14 ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan laut dan sumberdaya yang ada di dalamnya.

Dengan terpilihnya Menko Luhut sebagai Wakil Presiden Konferensi, maka hal itu mewakili seluruh negara-negara di Asia-Pasifik dalam memimpin beberapa sesi persidangan. Selain itu, purnawirawan TNI AD ini juga bakal memberikan penilaian terhadap jalannya sidang kepada Presiden Konferensi.

Lebih jauh, sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia (Delri), Menko Luhut membawa sejumlah kepentingan nasional Indonesia.

“Kita akan sampaikan tentang Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI) di PBB, penanganan sampah plastik laut dan menawarkan kerjasama penanganannya,” ujar Menko Luhut usai pembukaan sidang paripurna pertama.

Tak hanya itu, Menko Luhut dalam Konferensi Kelautan Dunia juga akan menjelaskan tentang kebijakan tegas pemerintah RI menentang IUUF (Illegal, Unreported and Unregulated Fishing). “IUUF merupakan masalah kejahatan perikanan yang mengancam keberlangsungan sumberdaya laut sehingga perlu diatasi secara bersama-sama,” jelasnya.

Kepentingan-kepentingan Indonesia itu, terutama tentang sampah plastik laut akan dikemukakan dalam pidato Menko Luhut pada sesi partnership dialoque pada Senin (5/6/2017) pukul 15.00 waktu New York. Selain itu, Menko juga akan menyampaikan kebijakan kelautan Pemerintah RI dalam Plennary Meeting yang akan digelar pada hari ini, Selasa (6/6/2017) pukul 09.30 waktu setempat.

Selain Menko Maritim Luhut Pandjaitan, anggota Delri terdiri dari Menteri KP Susi Pudjiastuti, Dubes untuk Perwakilan Tetap RI di PBB Dian Triansyah Djani, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno, Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Safri Burhanuddin.

Selain itu,  ada Wakasal Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Asisten Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek Maritim Nani Hendiarti dan Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Dedy Miharja yang juga merupakan anggota Delri dalam acara tersebut.

 

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Delegasi Madagaskar Kunjungi IPC TPK dan Integrated Planning Control

Jakarta (Maritimnews) - Delegasi Pemerintah negara Madagaskar didampingi oleh tim Lembaga National Single Window (LNSW)…

15 hours ago

82,7 Persen Publik Percaya Transparansi BPI Danantara, Modal Menjadi Korporasi Dunia

Danantara Indonesia dinilai turut memberikan optimisme kepada publik karena sinyal kinerja positif. Capaian itu terekam…

24 hours ago

Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo Gibran Mencapai 80,4 Persen

Jakarta (Maritimnews) – Panel Survey Indonesia (PSI) merilis hasil survei nasional mengenai Tingkat Kepuasan Masyarakat…

2 days ago

Program PELITA 2026 Dimulai di Rawa Badak Utara

Jakarta (Maritimnews) – Peluncuran program Pelindo Tanpa Balita Stunting (PELITA) 2026, IPC Terminal Petikemas bersama…

2 days ago

Pertengahan Juni 2026, Throughput IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang mencatat performa gemilang pada pertengahan tahun…

3 days ago

Negara Maritim yang Takluk di Lautnya Sendiri

Ketika negara gagal menjamin keselamatan warganya dalam aktivitas yang paling mendasar, maka yang dipertanyakan bukan…

3 days ago