Categories: TeknologiTerbaru

Prihatin Kondisi Sungai, 5 Mahasiswi IPB Ciptakan Popok 2 in 1

Rancangan Popok 2 in 1.

MN, Bogor – Sampah merupakan permasalahan yang menghantui hampir seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali di Kota Bogor, sampah sudah menjadi permasalahan yang meresahkan, terutama sampah-sampah yang mencemari sungai-sungai di kota tersebut.

Beberapa waktu yang lalu jagad media informasi diramaikan dengan berita tetang tumpukan sampah popok bayi bekas  di Kali Surabaya yang terlihat sudah menggunung. Meskipun tidak sebanyak yang terjadi di Surabaya, namun keberadaan sampah popok yang mencemari banyak sungai di kota Bogor sudah cuup meresahkan.

Selain tidak sedap dipandang, keberadaan popok bayi sekali pakai bekas tersebut juga mencemari lingkungan.  Menurut aktivis Ecoton, Prigi, sampah popok bayi sekali pakai menempati urutan ke tiga besar di bawah sampah tanaman seperti (ranting dan daun) dan sampah plastik (bungkus mie instan, minuman kemasan, dan lain-lain).

Popok bekas pakai tersebut mengandung materi fekal atau sumber penyakit yang seharusnya dibuang ke dalam lingkungan anaerob seperti WC untuk kemudian diurai oleh bakteri anaerob.

Menyikapi permasalahan tersebut, lima mahasiswi Institut Pertanian Bogor melakukan inovasi dengan membuat Popok 2 in 1 ( From Popok To Pupuk). Kelima orang mahasiswi tersebut adalah tersebut adalah Sekar Ilma Tiarani, Sri Ilmiati, Siti Nuratiah Hafsah KA, Arih Amirah Sari, dan Sofa Azizah.  Inovasi yang mereka terapkan dalam penanganan sampah popok tersebut berupa desain popok yang ramah lingkungan dan sesuai dengan ekonomi masyarakat Indonesia, dan aman bagi bayi.

Inovasi ini menggabungkan antara popok sekali pakai dan popok kain yang dibuat secara steril agar tampak aman dan nyaman. Konsep Popok 2 in 1 ini terdiri dari 2 bagian, di mana bagian luar dapat dipakai berulang kali sedangkan bagian dalam hanya dapai dipakai sekali saja.

Bagian dalam ini lah yang dijadikan sebagai pupuk yang dicampur dengan tanah dan EM4. Adapun komponen penting yang sangat berpengaruh dalam pembuatan pupuk yaitu bahan penyerap, membran biodegradabel, dan kapas organik. Pupuk yang dihasilkan juga mampu sebagai media tanam sekaligus pupuk.

Berdasarkan beberapa hasil pengujian yang dilakukan, Popok 2 in 1 memiliki potensi ekonomis dan keramahan lingkungan yang tinggi. Secara ekonomi, penggunaan Popok 2 in 1 dapat meminimalisir biaya hingga 30% dibandingkan dengan popok komersial yang beredar dipasaran karena bahan luaran Popok 2 in 1 dapat digunakan secara berulang dan memiliki nilai estetika yang tinggi, sehingga pantas dikenakan oleh bayi tanpa memerlukan penggunaan celana pendek sebagai luaran.

Adapun potensi keramahan lingkungannya terdapat pada bahan sekali pakai yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi. Bahan ini dapat terurai di lingkungan dalam waktu singkat. Selain itu komponen komponen penyusunnya sangat berpotensi untuk dijadikan bahan utama penyusun pupuk. Pupuk dari popok ini memiliki daya simpan air (dari bahan penyerap) yang lebih lama dibandingkan tanah. Terbukti dari penampakan media tanam uji yang terlihat lebih lama basah dibandingkan tanah.

Anugrah/MN

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Jelang Idul Adha 2026, Livestock SPMT Tumbuh sebesar 6,7%

Medan (Maritimnews) - Optimalisasi layanan di seluruh pelabuhan, Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) Group berkomitmen…

6 hours ago

Tingkatkan Daya Saing, IPC TPK Panjang Punya QCC Post Panamax

Bandar Lampung (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus penguatan infrastruktur bongkar muat, IPC…

3 days ago

Pengembangan Pelabuhan Korido Dapat Dukungan Penuh Pemprov Papua

Korido (Maritimnews) - Dalam rangka memperkuat konektivitas wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) dan…

4 days ago

Forum Kehumasan Pelindo 2026 Dihadiri Achmad Muchtasyar di Makassar

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus memperkuat kapasitas komunikasi korporasi di tengah tantangan…

5 days ago

Koperasi KS TKBM Pelabuhan Priok Gelar RAT 2026 Tema Akselerasi Digitalisasi

Jakarta (Maritimnews) - Akselerasi digitalisasi untuk mewujudkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Karya Sejahtera…

6 days ago

Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya Jelang Idul Adha 1447 H

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…

7 days ago