Capt. Iman Satria Utama (ke dua dari kiri) saat menghadiri FGD ILUNI FTUI dengan tema “Strategi Percepatan Pemberdayaan Industri Kemaritiman Nasional dalam Perspektif Peran Pelayaran Niaga dan Pelayaran Rakyat, Peran Galangan, Industri Komponen lokal dan Badan Klasifikasi Nasional, serta Peran Sumber Daya Manusia dan Teknologi Maritim” di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (25/9).
MN, Jakarta – Ketua Umum Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran/Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (CAAIP/STIP) Capt. Iman Satria Utama, prihatin dengan kondisi pelayaran nasional kita saat ini, di mana pada saat ini tidak ada lagi kapal-kapal berbendera Indonesia yang berlayar hingga ke Eropa atau Amerika.
Berbicara dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tajuk “Strategi Percepatan Pemberdayaan Industri Kemaritiman Nasional dalam Perspektif Peran Pelayaran Niaga dan Pelayaran Rakyat, Peran Galangan, Industri Komponen lokal dan Badan Klasifikasi Nasional, serta Peran Sumber Daya Manusia dan Teknologi Maritim” yang diselenggarakan oleh ILUNI FTUI tersebut, Capt. Iman menceritakan sedikit tentang pengalamannya dahulu sebagai pelaut, bisa membawa kapal berbendera merah putih berlayar hingga ke Eropa ataupun Amerika.
“Sebagai salah satu pelaut senior, pada dasarnya kami terketuk melihat pelayaran niaga merah putih dalam kondisi seperti ini. Dulu kami masih sempat merasakan atau melayari kapal-kapal merah putih melalui Terusan Suez hingga Eropa atau melalui Panama Chanel hingga tiba di Amerika. Namun, kenyataannya pada saat ini tidak ada kapal-kapal merah putih yang berlayar dari Belawan, Tanjung Priuk, atau Tanjung Perak sampai ke Eropa ataupun ke Amerika,” ungkapnya.
Lebih jauh ia mengharapkan dengan penerapan azas cabotage yang sungguh-sungguh, sehingga pendukung-pendukung insdutri pelayaran niaga seperti perbankan, galangan kapal, dan komponen-komponen lainnya bisa terpenuhi. Selain itu dengan azas cabotage ini, ia juga berharap kapal-kapal kita bisa kembali sanggup berlayar sampai ke Eropa atau Amerika sebagai salah satu ajang pembuktian Indonesia memang poros maritim dunia.
”Harapan kami adalah merah putih harus jadi poros maritim dunia yang dibuktikan dengan kapal-kapalnya sanggup berlayar ke seantero dunia,” harapnya.
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…