INSA dan IPERINDO Dorong Peningkatan SDM di Hari Maritim Nasional
Peningkatan SDM untuk memenuhi implementasi azas cabotage menjadi sorotan dari para narasumber yang hadir.
Peningkatan SDM untuk memenuhi implementasi azas cabotage menjadi sorotan dari para narasumber yang hadir.
Tak ketinggalan, pembenahan industri strategis/pertahanan di bidang maritim digalakan untuk memproduksi kapal perang sesuai kebutuhan kita.
MN, Batam – Dalam rangka menjadikan Batam semakin kompetitif, Kementerian Perhubungan akan mengurangi jumlah terminal khusus yang tidak produktif. Hal…
Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengunjungi wilayah Karangasem untuk melihat situasi terakhir Gunung Agung dan mengunjungi penduduk terdampak di penampungan pengungsi.
MN, Jakarta – Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia/ ILUNI FTUI gelar Focus Group Discussion/FGD di Hotel Borobudur, Senin (25/9).…
Tepat 55 tahun yang lalu yaitu 24 September 1963, Presiden Soekarno mengeluarkan Kepres No 169 Tahun 1963 yang menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Tani Nasional. Sejarah penetapan 24 September sebagai hari sendiri dimulai dari ditetapkannya Undang-undang No 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria atau yang lebih dikenal dengan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA).
Syarat untuk mencapai negara maritim yang digdaya adalah dengan semangat persatuan dan gotong royong yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945. Itulah makna yang terkandung dalam peringatan Hari Maritim Nasional 23 September 2017.
APMI telah memiliki pilot project di Tambak Lorok, Semarang terkait pengembangan sociopreneur.
Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bidang Agraria dan Kemaritiman Mahyudin Rumata mengungkapkan pentingnya mengawal perjalanan visi maritim pemerintah yang sudah berjalan hampir 3 tahun.
TB Haeru Rahayu menekankan bahwa peran pemuda sangat besar dalam menentukan arah pembangunan negara maritim.