Published On: Sun, Sep 24th, 2017

PB HMI Serukan untuk Perkuat Budaya Maritim dalam Simposium Kemaritiman PERHIMATEKMI

Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bidang Agraria dan Kemaritiman Mahyuddin Rumata (kiri) jabat tangan dengan Direktur PPNS Ir Eko Julianto (kanan)

MN, Surabaya – Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bidang Agraria dan Kemaritiman Mahyudin Rumata mengungkapkan pentingnya mengawal perjalanan visi maritim pemerintah yang sudah berjalan hampir 3 tahun. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah simposium nasional kemaritiman yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Teknologi Maritim Se-Indonesia (PERHIMATEKMI) di kampus Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Sabtu (23/9/17).

Simposium itu digelar dalam rangka memperingati Hari Maritim Nasional yang jatuh pada 23 September 2017 dan mengawali Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PERHIMATEKMI dalam menentukan program kerja ke depannya.

Yudi biasa akrab disapa dalam pemaparannya menekankan bahwa mahasiswa sebagai agent of change dalam rangka membangun bangsa harus kritis dan memiliki wawasan lengkap soal fenomena yang sedang berkembang.

“Mahasiswa jangan acuh terhadap permasalahan-permasalahan yang sedang terjadi saat ini. Melalui kajian dan diskusi baru kemudian memberikan gagasan yang konkret,” tandasnya.

Pria asal Maluku itu menyatakan fenomena yang berkembang seputar bidangnya di PB HMI ialah soal perampasan ruang dan masalah maritim terkini seperti budaya, infrastruktur dan kelembagaan maritim.

Ia membeberkan banyak agenda asing yang terselubung dari adanya proyek-proyek tersebut yang tentunya akan mengancam kehidupan masyarakat di kemudian hari.

“Dalam program KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasioan-red) sebagai cara baru perampasan ruang. Selain itu masalah reklamasi Teluk Jakarta juga merupakan kerusakan ekologis yang di dalamnya mencakup lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir,” bebernya.

Lebih lanjut, Yudi menyatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi visi maritim yang telah dirancang oleh pemerintah sejak 2014 lalu. Meskipun tak banyak berubah dari pemerintahan sebelumnya, hanya soal istilah saja yang berganti nama.

“Agenda Nawacita dan Tol Laut ini sebenarnya tak jauh berbeda dengan konsep MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia-red) tahun 2011–2025. Hari ini konsep itu diteruskan oleh Pemerintahan Jokowi dengan istilah yang berbeda,” tandasnya lagi.

Sedangkan dalam kelembagaan maritim, pemerintah dianggap masih memiliki rapot merah soal pembangunan Coast Guard. Adanya tumpang tindih peraturan menjadi pemicu utama terjadinya simpang siur soal kelembagaan saat ini.

“Semua berlomba-lomba menjadi Coast Guard. Bakamla mengaku Coast Guard begitu juga dengan KPLP. Kemudian dibentuk lagi Satgas 115. Ini tandanya para instansi masih mementingkan masalah kue ekonomi yang hanya diperuntukan untuk kelompoknya saja,” seloroh Yudi.

Di akhir penjelasannya, masalah sosio ekologis menjadi sorotannya sebagai kegagalan pembangunan pemerintah dari masa ke masa. Sehingga kemiskinan dan kekerasan kepada masyarakat menjadi hasil akhir dari kelanjutan sistem kapitalisme saat ini.

“Solusi saat ini, kita terutama para mahasiswa harus membangun kearifan lokal di pesisir untuk memperkuat budaya maritim. Hal itu jangan sampai tergerus dengan arus globalisasi dan kapitalisme yang semakin menggila saat ini,” pungkasnya.

Simposium ini dibuka oleh Direktur PPNS Ir Eko Julianto yang bertujuan untuk menjawab permasalahan konkret soal kemaritiman nasional saat ini dan peranan pemuda khususnya PERHIMATEKMI dalam mewujudkan Poros Maritim Dunia.

Selain Yudi, di sesi pertama hadir juga sebagai pembicara antara lain Asdep IV bidang Pendidikan dan Pelatihan Kemenko Maritim TB Haeru Rahayu dan Asisten Bidang Geopolitik Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) Dhini Sastroatmodjo. Simposium ini dihadiri oleh perwakilan universitas se-Indonesia yang terhimpun dalam PERHIMATEKMI.

 

(Adit/MN)

 

 

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com