Bersama PB HMI, Forum Maritim Indonesia gelar Diskusi 3 tahun Poros Maritim
MN, Jakarta – Dalam rangka memperingati 3 tahun visi Presiden, Poros Maritim Indonesia, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI)…
MN, Jakarta – Dalam rangka memperingati 3 tahun visi Presiden, Poros Maritim Indonesia, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI)…
Pemprov DKI Jakarta di bawah Anies-Sandi mampu membendung upaya ‘kongkalikong’ reklamasi Teluk Jakarta
Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bidang Agraria dan Kemaritiman Mahyudin Rumata mengungkapkan pentingnya mengawal perjalanan visi maritim pemerintah yang sudah berjalan hampir 3 tahun.
Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memperkuat komitmen dan kebersamaan dalam menjadikan laut sebagai media sejarah peradaban bangsa Indonesia serta berbagi dan sambung rasa kepada warga pesisir.
Dalam momentum Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) yang jatuh pada hari ini 8 Juni 2017, sejumlah kalangan kembali menyerukan evaluasi visi kelautan pemerintah.
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melalui Ketua Bidang Kemaritiman dan Agraria Mahyuddin Rumata menyatakan apresiasinya terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Terlebih dalam upaya menghentikan reklamasi dan revitalisasi kawasan pesisir.
Kedua kapal tersebut bermuatan Crude Palm Oil (CPO) yang di bawah MT Elizabeth, sedangkan KM Bhaita Jaya Samudera (tenggelam) bermuatan bahan peledak, yang salah satu rincian di antaranya adalah Ammonium Nitrate seberat 100 ribu kg
nasib para nelayan masih berada dalam skema kemiskinan struktural
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melalui Ketua Bidang Agraria dan Kemaritiman, Mahyuddin Rumata juga angkat bicara soal kerusakan terumbu karang di Raja Ampat.
Mahyudin Rumata mencatat ada potensi konflik akibat dari pembebasan lahan maupun pemanfaatan ruang pesisir untuk pengembangan kilang dan industri pendukung di Blok Massela.