Indonesia, Singapura, dan Malaysia Gelar Survei Bersama di Selat Malaka dan Singapura

Foto bersama para delegasi dari tiga negara dalam forum kerjasama di Kota Kinabalu, Malaysia.

MN, Jakarta Selat Malaka dan Selat Singapura merupakan salah satu jalur laut yang paling sibuk, arus lalu lintas yang tidak terputus melalui selat merupakan elemen yang sangat penting bagi urat nadi perekonomian banyak negara.

Jika arus lalu lintas di jalur tersebut terganggu, akan berdampak buruk pada perdagangan internasional dan ekonomi global secara keseluruhan.

Tiga negara pantai di  Selat Malaka dan Singapura,  yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura bersama the Malacca Strait Council (MSC) serta Japan Hydrographic Association (JHA) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MOU) tentang survei bersama Selat Malaka dan Selat Singapura tahap dua di Kota Kinabalu, Malaysia, Selasa (3/10).

Survei ini bertujuan untuk  updating (pembaharuan data) Electronic Navigational Chart (ENC) di perairan tersebut. Delegasi Indonesia dalam kegiatan ini diwakili oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro dan Dirjen Hubla.

Survei bersama tiga negara ini meliputi survei batimetri dan pengamatan pasang surut di sejumlah area, yang dilaksanakan dalam rangka melakukan pemutakhiran terhadap peta laut dan peta elektronik (electronic navigational chart) perairan di sepanjang TSS Selat Malaka dan Selat Singapura yang memiliki panjang alur 260 Nautical Miles.

Kegiatan penandatanganan MOU tersebut merupakan bagian dari forum kerjasama yang diadakan di Kota Kinabalu ini, adalah jalan bagi negara pengguna, industri perkapalan, dan pemangku kepentingan lainnya yang diundang untuk bertemu dan mengadakan diskusi terbuka dengan negara-negara pesisir.

Hal ini dimaksudkan sebagai sarana  berdialog dan sharing (berbagi) mengenai isu-isu yang terjadi di Selat Malaka dan Selat Singapura. Dalam hal ini, forum kerjasama merupakan  cara  bagi negara-negara pantai untuk mengumpulkan umpan balik dari pengguna selat secara terkoordinasi.

Forum Kerjasama juga akan memfasilitasi kerja sama yang lebih konkret dan praktis antara negara-negara pesisir dengan negara pengguna, industri perkapalan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjamin keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan di selat tersebut.

Melalui forum kerjasama ini, gagasan dapat diwujudkan dengan berbagai upaya guna lebih meningkatkan keselamatan dan perlindungan lingkungan di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Adapun kegiatan di Kinabalu ini terdiri atas tiga agenda, yaitu The 10th Cooperation Forum Meeting pada 2-3 Oktober 2017, The 10th Project Coordination Committee (PCC) Meeting pada 4 Oktober 2017, serta The 42nd Tripartite Technical Experts Group (TTEG) Meeting pada 5-6 Oktober 2017, serta Tripartite Technical Expert Group (TTEG).

Kegiatan-kegiatan tersebut  untuk mengaplikasikan article 43 UNCLOS 1982 yang mendorong peran serta user states dan stakeholders dalam peningkatan keselamatan dan  perlindungan lingkungan laut di Selat Malaka dan Selat Singapura.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

6 hours ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

9 hours ago

IPC TPK Panjang Kedatangan 1.772 Empty Container

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang kedatangan container vessel MV MSC…

17 hours ago

Safety Jadi Prioritas IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - IPC TPK berkomitmen mengutamakan safety baik pekerja lapangan maupun back office. Kinerja…

2 days ago

Triwulan I Tahun 2026, IPC TPK Teluk Bayur Naik 5,3%

Teluk Bayur (Maritimnews) - Sebagai terminal petikemas utama di Teluk Bayur Sumatera Barat, IPC TPK…

6 days ago

SP TPK Koja Meramaikan May Day 2026 di Monas

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka merayakan puncak Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 diperingati tanggal…

6 days ago