Categories: HLPelabuhanTerbaru

Setelah Pelaku Usaha Mengeluh, Kini Pelindo IV Siapkan CC Baru

Acara Business Gathering 2017 yang digelar PT Pelindo IV di Surabaya

MN, Surabaya – Setelah para pelaku usaha merasa dirugikan karena biaya logistik di pelabuhan membengkak, akibat lambannya proses pelayanan barang dan kapal, antara lain mengeluhkan alat Container Crane (CC) yang acap kali rusak, seperti di pelabuhan Bitung, Pantoloan, Ambon, dan Makassar. Rupanya hal itu mendapat perhatian serius dari PT Pelabuhan Indonesia IV.

Bahkan rute ke Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara banyak masuk kapal petikemas hingga kapasitas 3 000 TEUs, yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran PT Tempuran Emas Tbk dan PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL). Merekapun mengeluhkan kondisi alat yang sangat memprihatinkan sebab selain dimakan usia, ditambah lagi kurang perawatan.

Tampaknya kini stakeholders berlega hati sebab pada acara Business Gathering 2017 tema “Meningkatkan Konektivitas Wilayah Indonesia Timur untuk Mendukung Percepatan Pertumbuhan Perekonomian” di Sheraton Hotel Surabaya, PT Pelabuhan Indonesia IV mengatakan telah mendatangkan masing-masing 1 unit CC untuk Pelabuhan Bitung dan Ambon.

Direktur Fasilitas dan Peralatan PT Pelindo IV, Farid Padang dalam pemaparannya di acara tersebut menjelaskan, pihak manajemen akan terus berupaya meningkatkan produktivitas bongkar muat. “Seperti yang baru-baru saja dilakukan, yakni mendatangkan Container Crane atau alat bongkar muat, khususnya untuk di Pelabuhan Bitung dan Ambon,” jelasnya di Surabaya, Senin (13/11).

Menurut Farid, kedepan program strategis PT Pelabuhan Indonesia IV, utamanya melakukan pengembangan Pelabuhan Ambon, Bitung, Sorong, Manokwari dan Makassar New Port. Sementara mengenai antrean kapal yang memang kerap terjadi, terutama di Terminal Petikema Makassar (TPM) bukan semata-mata disebabkan alat bongkar muat (CC) yang dimiliki Pelindo IV.

“Bukan semata alat, tetapi yang terjadi adalah antrean akibat kedatangan kapal yang bersamaan karena belum semua pelayaran melaksanakan windows system. Itulah mengapa perlu diterapkan windows system oleh masing-masing perusahaan pelayaran, agar seluruh aktivitas kapal dapat terjadwal dan terencana,” pungkasnya.

Adapun acara Business Gathering 2017 yang digelar oleh Pelindo IV merupakan sarana forum diskusi komunikasi untuk mendengarkan suara pelanggan dalam Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) kategori 3 Fokus Pelanggan yang diikuti anak perusahaan, yaitu PT Nusantara Terminal Service (NTS), PT Equiport, PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) dan beberapa pimpinan perusahaan pelayaran serta stakeholders.

(Bayu/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

2 days ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

3 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

3 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

4 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

5 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

7 days ago