Categories: PelayaranTerbaru

Tragedi Awal 2018, Anugrah Express Kecelakaan di Perairan Sungai Sesayap

Kecelakaan kapal Anugrah Express

MN, Tarakan – Kapal cepat Anugrah Express mengalami kecelakaan di perairan Sungai Sesayap, sekitar 200 meter dari Dermaga Tanjung Selor, Kalimantan Utara pada Senin pagi (1/01) pada pukul 08.30 WIB. Kecelakaan tersebut menjadi tragedi perairan menyambut tahun 2018.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berhasil mengevakuasi para penumpang Kapal dengan rute pelayaran Tanjung Selor – Tarakan berbobot 6 GT tanda selar No.028 KLU-36 GT yang sesuai manifest mengangkut penumpang sebanyak 43 orang dewasa, 5 orang anak-anak dan 3 orang Awak Kapal.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Capt. Jhonny R Silalahi menyebutkan bahwa tim penyelamat gabungan yang terdiri dari petugas KPLP Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor, Basarnas dan Polair yang melakukan evakuasi korban kecelakaan kapal Anugrah Express.

“Sampai Senin sore, korban yang berhasil diselamatkan sebanyak 43 orang penumpang termasuk awak kapal dan 8 orang penumpang ditemukan meninggal,” kata Capt. Jhonny.

Sementara itu Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo menyampaikan bela sungkawa kepada seluruh korban kapal cepat Anugrah Express di perairan Sungai Sesayap, Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Dirjen Hubla memerintahkan jajarannya dalam hal ini Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor dan Kepala UPT di sekitarnya untuk mengerahkan bantuan.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengeluarkan Surat Edaran Direktur Perkapalan dan Kepelautan atas nama Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor: UM.003/13/16/DK.16 Tentang Peningkatan Keselamatan Kapal, tertanggal 16 September 2016.

Berdasarkan Surat Edaran, seluruh UPT Perhubungan Laut agar meningkatkan pengawasan keselamatan kapal, khususnya kapal kecepatan tinggi dengan mesin di dalam (inboard engine) maupun mesin tempel (outboard engine).

Dimana Syahbandar (KSOP) harus memastikan setiap Pemilik atau Operator dan juga Nakhoda kapal melaksanakan dan melaporkan hal-hal yang menjadi persyaratan keselamatan sebelum keberangkatan kapal.

(Bayu/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

3 days ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

3 days ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

6 days ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

6 days ago

PMT Tanjung Intan Raih Green and Smart Port 2025 Predikat Bintang 3

Gresik (Maritimnews) - Komitmen PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Tanjung Intan memperkuat upaya keberlanjutan…

6 days ago

Menuju Danantara 2030: Cetak Biru Transformasi BUMN sebagai Pilar Kedaulatan Ekonomi dan Mesin Pertumbuhan Indonesia

Oleh : Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui…

7 days ago