Tahap Akhir Pendidikan, 352 Siswa Dikmata Kodiklatal Ikuti Lintas Medan Banyuwangi-Surabaya

Pelepasan Lintas Medan Banyuwangi Surabaya sejauh 369 kilometer.

MN, Surabaya – Memasuki tahun akhir pendidikan komando (Dikko) Marinir di Banyuwangi dan Situbondo, sebanyak 352 siswa Dikmata Kodiklatal melaksanakan Lintas Medan Banyuwangi Surabaya sejauh 369 kilometer yang terbagi dalam beberapa etape. Untuk etape ke-10 dari Gunung Bromo menuju Nongko Jajar yang secara resmi  dilepas oleh Komandan Kodikopsla Laksma TNI Maman Firmasyah, Probolinggo (17/2).

Pelepasan Limed etape ke 10  dengan jarak sejauh 35 kilometer itu, dilaksanakan bersamaan dengan pelepasan  24 Taruna AAL Tingkat III Korps Marinir Angkatan ke-64 oleh Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., .

Lintas medan merupakan tahap akhir pada pendidikan komando Taruna Korps Marinir setelah tiga bulan menjalani tahap latihan yang meliputi tahap Dasar Komando, tahap Komando Laut, tahap Komando Hutan, tahap Gerilya Lawan Gerilya di daerah latihan Situbondo, Banyuwangi dan Lumajang. Semua materi latihan tersebut harus dilaksanakan sebagai syarat untuk mendapatkan Brevet Komando dan Baret Ungu, Baret kehormatan dan kebanggaan prajurit Korps Marinir.

Pendidikan Komando yang merupakan salah satu materi mutlak yang harus dilaksanakan oleh seorang Prajurit Marinir tersebut dilaksanakan selama 77 hari dengan lokasi dibeberapa tempat Puslatpur Marinir diantaranya Puslatpur Karangtekok dan Asembagus Situbondo, Puslatpur Grajagan Banyuwangi dan Puslatpur Grati di Pasuruan.

Dikko ini bertujuan untuk membekali dan melatih siswa agar memiliki kemampuan dan ketrampilan tentang taktik dan teknik Pasukan Komando sebagai bekal dalam kedinasan di Satuan Marinir dan TNI AL pada umumnya.

Tahapan dalam pendidikan Komando,  pertama meliputi ketahanan di laut dan berbagai problem laut hingga jungle survival, tahap ke dua seluruh peserta akan melaksanakan latihan dasar komando mencakup teori maupun praktek ketrampilan, mulai ketrampilan perorangan sampai taktik satuan kecil dan diakhiri mountenering, tahap ke tiga adalah tahap hutan dimana para peserta akan menyelesaikan problem di hutan dan pegunungan, tahap ke empat  akan melaksanakan latihan perang gerilya dan diakhiri dengan tahap lintas medan yaitu peserta akan  berjalan kaki dari Banyuwangi ke Surabaya dengan menempuh jarak 369 km.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Pelindo Jamin Kelancaran Distribusi Bantuan Kemanusiaan di Aceh – Sumatera Utara

Medan (Maritimnews) - Sebagai bentuk dukungan terhadap misi kemanusiaan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya…

24 hours ago

Pagar Laut Tangerang dan Ujian Keadilan Ekologis Negara

Kasus pagar laut di pesisir Kabupaten Tangerang merupakan pengingat bahwa persoalan lingkungan hidup tidak pernah…

2 days ago

NPCT 1 Pelabuhan Priok ECO Friendly, Hadirkan E-PM

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mendorong transformasi layanan kepelabuhanan, termasuk menghadirkan fasilitas…

2 days ago

Throughput IPC TPK Panjang Tahun 2025 Tumbuh Signifikan

Bandar Lampung (Maritimnews) - Transformasi layanan dan penguatan daya saing terminal berdampak pada peningkatan arus…

2 days ago

KNPI: Peran Bapenda Tangerang dan Lemahnya Pengawasan Kepala Daerah Buka Jalan Korupsi Tanah Kohod Pagar Laut Rp16,5 M

Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menilai penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang…

2 days ago

Penguatan Operational & Service Excellence, Komitmen IPC TPK 2026

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memantapkan arah strategis perusahaan tahun 2026 melalui…

3 days ago