Kecelakaan Kapal Motor Arista.
MN, Makasar – Menjelang hari Raya Idul Fitri 2018, terjadi kecelakaan kapal tenggelam di perairan Paotere, Makassar, pada Rabu (13/6). Kapal nahas tersebut jenis longboat atau kapal penumpang digunakan sebagai transportasi antarpulau yang berisi 43 penumpang berangkat dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Baranglompo, Rabu pagi. Namun, di tengah perjalanan kapal oleng hingga terbalik ke laut.
Menurut Kapolres Pelabuhan, AKBP Aris Bachtiar membenarkan insiden memilukan tersebut. Aris langsung memerintahkan, tim SAR Satpolai Polres Pelabuhan dipimpin KBO Polair, Ipda Samijan bergabung dengan Basarnas untuk turun ke TKP melakukan evakuasi.
“Saat ini korban meninggal dunia berjumlah 13 orang. Kita masih terus mencari 8 korban hilang, dan 22 orang sudah dievaluasi,” ungkap Aris Bachtiar.
Sementara itu korban selamat, saat ini ada sembilan masih dirawat di rumah sakit akademis, tujuh orang dinyatakan selamat dan diberikan pertolongan di RS Angkatan Laut dan tujuh lainnya selamat dan sudah berada di Pulau Baranglompo.
Berikut identitas 13 korban tewas
1. Rita (31), warga Cambayya Lorong 7 Makassar.
2. Asriani (6), Perempuan, warga Pulau Barrang Lompo.
3. Marani (48), Perempuan, warga Pulau Barrang Lompo.
4. Marwah (42), Perempuan, warga Pulau Barrang Lompo.
5. Dalima (46), Perempuan, warga Pulau Barrang Lompo.
6. Nio (50), Perempuan, warga Pulau Barrang Lompo.
7. Rahman (6) Laki-laki, warga Pulau Barrang Lompo.
8. Ahsan (1) Laki-laki, warga Pulau Barrang Lompo.
9. Siti Aminah, Perempuan, warga Pulau Barrang Lompo.
10. Rahmawati, Perempuan, warga Pulau Barrang Lompo.
11. Rusdiyana, Perempuan, warga Pulau Barrang Lompo.
12. Harini, Perempuan, warga Pulau Barrang Lompo.
13. Suryani, Perempuan, warga Pulau Barrang Lompo.
Hal ini juga dipertegas Kepala Basarnas Makassar, Amiruddin di pelabuhan Paotere Makassar. Dari jumlah 13 korban meninggal, delapan orang sudah meninggal dunia dan dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut. Sementara, lima orang sudah dipulangkan ke Pulau Barang Lompo.
Adapun, korban selamat, kata dia, saat ini ada sembilan masih dirawat di rumah sakit akademis, tujuh orang dinyatakan selamat dan diberikan pertolongan di RS Angkatan Laut dan tujuh lainnya selamat dan sudah berada di Pulau Baranglompo. “Saat ini Basarnas bersama nelayan dan tim penyelamat sedang melakukan pencarian terhadap delapan korban yang masih dinyatakan hilang,” ucapnya.
Kasus pagar laut di pesisir Kabupaten Tangerang merupakan pengingat bahwa persoalan lingkungan hidup tidak pernah…
Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mendorong transformasi layanan kepelabuhanan, termasuk menghadirkan fasilitas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - Transformasi layanan dan penguatan daya saing terminal berdampak pada peningkatan arus…
Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menilai penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang…
Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memantapkan arah strategis perusahaan tahun 2026 melalui…
Pegiat pesisir dan laut Auhadillah Azizy menyebut kasus pagar laut di Kabupaten Tangerang sebagai kejahatan…