Categories: PelayaranTerbaru

Anggota DPRD Sikka Emosi, KSOP Maumere Tunda Keberangkatan Kapal

Anggota DPRD Sikka dari fraksi PKB Syarifuddin dan Kepala KSOP Maumere Yohanis Kumanireng. (Foto: iNews)

MN, Maumere – Dibutuhkan sikap tegas seorang pemimpin, salah satunya Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Maumere, JB Kumanireng yang menunda keberangkatan kapal penumpang tradisional KM Wismawati di Dermaga Laurentius Say Maumere, Senin tanggal 9 Juli lalu.

Penundaan keberangkatan kapal KM Wismawati tersebut dikarenakan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas kapal.

“Kapasitas kapal hanya 30 orang namun jumlah penumpang di atas kapal sebanyak 80 orang, tentu saja kami tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan menunda keberangkatan kapal,” jelas Kumanireng kepada Maritimnews, Rabu (11/7).

Bahkan Kumanireng sempat beradu argumentasi dengan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Sikka yang memaksa pihak KSOP Maumere untuk segera mengeluarkan SPB kapal KM Wismawati ll dan memberangkatkan kapal dengan tujuan Pemana.

“Anggota Dewan sempat emosi karena kapal ditunda keberangkatannya, setelah sebelumnya mendapatkan laporan dan pengaduan dari salah satu penumpang kapal,” tuturnya.

Kumanireng menjelaskan kepada anggota Dewan bahwa kapal KM Wismawati II telah kelebihan penumpang, para penumpang tidak menggunakan life jacket dan keadaan cuaca sedang buruk yang tentunya akan sangat membahayakan pelayaran.

Dipastikan pihak KSOP Maumere tidak dapat menerbitkan SPB sebelum faktor keselamatan pelayaran terpenuhi, meskipun Kapal dengan nakhoda Dariatmo yang memiliki Surat Kecakapan dan Keahlian (SKK) 60 mil telah laik laut dan berdokumen lengkap.

Setelah diberikan pengertian kepada anggota DPRD Kabupaten Sikka yang sempat emosi dan juga kepada para penumpang, akhirnya semua pihak dapat mengerti dan sebagian para penumpang turun dari kapal.

“Kapal baru diberikan SPB setelah jumlah penumpang telah sesuai dengan jumlah kapasitas dan sesuai manifest serta kondisi cuaca sudah mendukung untuk berlayar,” pungkasnya.

Kabar diatas mengingatkan sosok Capt Bambang Gunawan ketika menjabat Kepala Kanpel Batam dan turun ke Terminal Penumpang untuk menunda Keberangkatan satu Kapal, alasannya memprioritaskan keselamatan jiwa penumpang.

Bambang Gunawan harus menerima cemoohan teriakan para penumpang yang kesal karena tidak dapat berangkat sesuai jadwal. Apabila cuaca sedang buruk bagi kegiatan pelayaran, Pemerintah wajib tegas menerapkan aturan terkait aspek Keselamatan Pelayaran.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

19 hours ago

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

3 days ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

3 days ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

3 days ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

4 days ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

4 days ago