Hasilkan Dua Profesor Ilmu Pertahanan, Unhan Buka Prodi Doktoral

Hasilkan Dua Profesor Ilmu Pertahanan, Unhan Buka Prodi Doktoral

MN, Bogor – Semenjak berdiri tahun 2009 Universitas Pertahanan (Unhan) telah menghasilkan dua profesor ilmu pertahanan. Presiden RI keenam Jenderal TNI (Purn) Prof. DR. Susilo Bambang Yudhoyono menjadi profesor pertama pada tahun 2014. Disusul pada tahun ini adalah mantan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI (Purn) Prof. DR. Marsetio menjadi profesor ilmu pertahanan. Upacara Pengukuhan Guru Besar berlangsung dalam sebuah sidang senat terbuka pada tanggal 26 Juli 2018 di Gedung A. H. Nasution Kementerian Pertahanan RI.

Upacara tersebut dihadiri banyak pejabat dari kementerian dan lembaga, Mabes TNI, Mabes ketiga Angkatan, Mabes Polri, para Panglima Kotama, para duta besar dan atase pertahanan negara sahabat, para rektor, para pejabat pemerintah daerah serta para dosen dan mahasiswa Unhan. Pengukuhan Guru Besar tersebut semakin memperkokoh roadmap pengembangan ilmu pertahanan melalui berbagai penelitian sekaligus legalitas akademik pembukaan Program Studi (Prodi) S3 Doktoral pada saat yang bersamaan. Baik pengukuhan Guru Besar maupun pembukaan Prodi S3 merupakan capaian yang sistematis dalam rangka mewujudkan Unhan sebagai World Class Defense University pada tahun 2024.

Orasi ilmiah Laksamana TNI (Purn) Prof. DR. Marsetio banyak membahas teori-teori keamanan maritim ditinjau dari pendekatan budaya dan teknologi sesuai bidang yang ditetapkan oleh Kemenristek Dikti, yaitu ilmu pertahanan bidang Budaya Teknologi Kemaritiman. Sebagaimana amanat Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada sidang senat tersebut, maka peran Unhan ke depan diharapkan sudah bisa memberi kontribusi tidak saja pada tingkat nasional tetapi juga pada tingkat internasional. Kontribusi tersebut menuntut Unhan untuk lebih banyak lagi menghasilkan guru besar di masa mendatang. Kelak Unhan beserta jajaran guru besarnya harus bisa menjadi center of excellence untuk defense studies dan defense technologies pada era Revolusi Industri 4.0.

Husni Baroqah

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”

Share
Published by
Husni Baroqah

Recent Posts

Transisi Adil Bagi Pekerja yang Terotomatisasi di Sektor Pelabuhan

Tenaga kerja pelabuhan dapat didefinisikan dengan berbagai cara. Dalam definisi sempit, tenaga kerja pelabuhan merujuk…

16 hours ago

Program TJSL TEUs Bersinar TPK Koja, Perluas Akses Pendidikan Pelajar

Jakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) kembali melanjutkan program Tanggung Jawab Sosial…

2 days ago

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

5 days ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

6 days ago

Analisis Penerbitan PMK 51/2026 tentang Angkutan Barang Terusan

Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…

6 days ago