Komisi V DPR Bersama Kementerian Perhubungan Evaluasi Tragedi KM Sinar Bangun

Komisi V DPR Bersama Kementerian Perhubungan Evaluasi Tragedi KM Sinar Bangun

MN, Jakarta – Tragedi KM Sinar Bangun di Danau Toba yang merengut korban jiwa hingga 170 orang lebih pada (17/6) lalu menjadi catatan penting evaluasi transportasi air di Indonesia.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi V DPR dengan Kementerian Perhubungan, dilakukan evaluasi total terhadap peristiwa agar di waktu yang akan datang tidak terulang kembali.

“Kami membuat Toba sebagai pilot project yang mendidik sebanyak 400 orang untuk dijadikan petugas-petugas di kapal dan pelabuhan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (24/7).

Hal tersebut dilakukan Kemenhub dalam rangka upaya improvisasi untuk menghindari terjadinya kecelakaan kapal seperti KM Sinar Bangun di Danau Toba. Di mana masalah SDM jadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut.

Lebih lanjut Budi menyatakan upaya itu mendapat apresiasi dari Komisi V DPR dengan beberapa poin penting sesuai masukan saat RDP berlangsung.

“Kami menyepakati bahwa untuk operasional itu jadi tugas pemerintah daerah kemudian untuk keselamatan, pemerintah pusat turut berperan,” pungkasnya.

Semntara itu Ketua Komisi DPR RI Fary Djemy Francis menyatakan kecelakaan kapal di Danau Toba dan Pulau Selayar pada momen Lebaran 2018 itu sebagai catatan penting perbaikan transportasi laut di Indonesia.

“Catatan yang berkaitan dengan transportasi laut tadi Bapak Menhub sudah sampaikan bagaimana perketat pengawasan oleh pemerintah daerah,” kata Fary.

Anggota DPR Fraksi Gerindra itu menegaskan bahwa evaluasi ini bukan dalam rangka mencari kesalahan-kesalahan dari pemerintah terutama Kementerian Perhubungan. Tetapi evaluasi ini lebih kepada antisipasi untuk ke depannya tidak ada lagi terjadinya kecelakaan pada transportasi laut.

Maka dari itu pihaknya meminta Kemenhub selaku mitra kerja Komisi V untuk serius melakukan pengawasan dengan koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah. Terutama yang menyangkut aspek keselamatan kapal.

“Kita minta perketat dalam hal kelengkapan untuk safety, keselamatan pada kapal,” pungkas Fary. (hsn)

Husni Baroqah

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”

Share
Published by
Husni Baroqah

Recent Posts

Pelindo Makassar dan Australia Jajaki Kerja Sama Maritim

Makassar (Maritimnews) - Konsulat Jenderal Australia di Makassar menjajaki peluang kerja sama maritim dan penguatan…

1 day ago

Pelindo, KSOP, dan Pelni Kolaborasi Salurkan Bantuan untuk NTT

Jakarta (Maritimnews) - Bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dihimpun…

3 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung Program Streamlining Danantara

Jakarta (Maritimnews) - Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mendukung program streamlining atau perampingan struktur…

5 days ago

Say No To IPO; Pelindo Lebih Bermanfaat Tanpa Pasar Modal

Oleh: Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merencanakan initial…

6 days ago

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

2 weeks ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

2 weeks ago