Published On: Tue, Oct 9th, 2018

Kaji Potensi Generasi Mendatang, Generasi Maritim Diskusikan Estafet Kepemimpinan Maritim

Foto bersama peserta diskusi Kelas Gema Estafet Kepemimpinan Maritim.

Foto bersama peserta diskusi Kelas Gema Estafet Kepemimpinan Maritim.

MN, Jakarta – Generasi Maritim (Gema) kembali mengadakan Kelas Gema Seri 5.0 di Upnormal Coffee Roaster, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10).

Forum diskusi yang mengangkat tema “Estafet Kepemimpinan Maritim” ini, diisi oleh pemberi materi yang terhitung kompeten di bidang kemaritiman Indonesia, yaitu Diplomat Hukum Laut Internasional/UNCLOS PBB Tahun 1982 Prof. Dr. Hasjim Djalal, MA, Unit Kerja Koordinator Staf Khusus Presiden M. Riza Damanik, Ph.D., dan Ka. Biro Umum Kemenko Maritim Dr. Djoko Hartoyo.

Dengan mengedepankan slogan ‘Saatnya Generasi Muda ambil peran menjadi pemimpin kemaritiman masa depan’, wadah diskusi dengan format kelas semi bebas ini mencoba kembali mengupas berbagai hal terkait masa depan kemaritiman Indonesia, di mana sektor yang menjadi visi utama pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini, dirasakan masih perlu banyak pembenahan ke depannya.

Hal ini masih ditambah dengan kenyataan generasi muda bangsa ini yang tidak cukup paham ataupun tertarik terhadap bahasan tentang dunia kemaritman. Terdapat sedikit kekhawatiran yang menghantui para penggiat kemaritiman negeri ini akan potensi terputusnya regenerasi kepemimpinan dalam dunia kemaritiman di masa mendatang.

Terlebih dengan kondisi saat ini di mana berbagai pembangunan terkait sektor maritim yang baru saja berjalan, belum bisa dikatakan maksimal. Bila hal ini terputus di tengah jalan, maka apa yang sudah mulai dibangun kembali beberapa tahun ke belakang, otomatis akan hilang dengan sendirinya.

Hal ini diamini oleh Staf Khusus Presiden M. Riza Damanik yang menyatakan bahwa Indonesia memiliki modal sumber daya manusia masa depan yang potensial, namun perlu pengembangan lebih jauh dan berkelanjutan agar sumber daya masa depan yang dikenal dengan ‘generasi milenials’ tersebut peduli dan tertarik untuk melanjutkan estafet kepemimpinan maritim ini.

“Di sinilah pentingnya peran anak-anak muda. Saya kira kita punya modal besar untuk itu. Jumlah anak-anak muda itu, generasi milenials, cukup besar, lebih dari 60 juta saya dengar jumlahnya. Ini tentunya bisa sangat berperan, baik secara sosial, ekonomi, maupun politik,” tutur mantan Ketua KNTI tersebut.

Sejalan dengan Riza, Prof. Dr. Hasjim Djalal, MA juga menekankan pentingnya menentukan prioritas permasalahan yang harus diperhatikan dalam hal estafet kepemimpinan maritim ini. Secara garis besar, ia menilai pemerintahan saat ini sudah mulai memperahtikan berbagai permasalahan terkait kemaritiman serta implementasinya juga sudah berjalan baik. Namun, sebagai insan yang sadar akan pentingnya memiliki kesinambungan dalam hal kepemimpinan maritim, masyarakat kita, utamanya, generasi muda harus tetap memberikan pandangan-pandangannya untuk hal-hal tersebut.

“Terkait estafet kepemimpinan maritim, pemikiran pemimpin sekarang ini sesungguhnya perlu didukung. Tetapi perlu juga kita sampaikan pandangan – pandangan kita terhadap hal-hal yang perlu diperhatikan. Secara garis besar, pemimpin-pemimpin kita saat ini, sudah banyak yang mulai memperhatikan masalah kelautan,” ujarnya.

Sebagai seorang yang sejak awal masa perkuliahannya sudah bersentuhan dengan berbagai hal tentang kelautan, Kepala Biro Hukum Kemenko Maritim Dr. Djoko Hartoyo menganggap sistem perpolitikan negeri kita yang kurang mendukung regenerasi yang teratur dalam berbagai aspek kepemimpinan, menjadikan alur penyerahan tongkat kepemimpinan kita tidak berlangsung mulus.

Dibandingkan negara lain seperti Jepang, kita masih jauh tertinggal dalam hal ini. Sekalipun berganti pemimpin beberapa kali, namun program yang telah dicanangkan sebelumnya tetap bisa berjalan.

Merujuk pada hal tersebut, ia pun menghimbau para generasi muda saat ini, untuk terus mengikuti serta selalu siap dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Karena, terkait dengan sistem perpolitikan kita yang ada saat ini, kemungkinan saat terjadinya pergantian pemimpin, akan diikuti pula dengan banyaknya perubahan yang terjadi.

Namun demikian, Dr. Djoko menegaskan bahwasanya pemerintah terus bekerja dalam membenahi berbagai permasalahan yang ada, baik itu terkait regulasi maupun pembangunan berbagai aspek yang terkait dengan sektor kemaritiman negeri ini, yang sedikit demi sedikit, sudah banyak hal yang telah dibuat untuk memajukan kemaritiman negeri ini.

“Pada dasarnya, pola estafet kepemimpinan negeri kita belum sampai pada tahap yang teratur. Sistem perpolitika kita belum mendukung untuk permasalahan ini. Bisa kita bandingkan dengan Jepang, di mana sekalipun perdana menterinya berganti, namun program-program yang telah dicanangkan sebelumnya tetap bisa berjalan. Setiap pergantian pemimpin, akan otomatis akan diikuti perubahan. Untuk itulah, generasi muda yang ada saat ini  harus selalu tanggap dan mampu mengikuti arah perubahan itu,” pungkas Alumni Universitas Diponegoro tersebut.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com