Direktur PT. BKI Rudiyanto saat memberikan sambutan dalam FGD yang mengangkat tema "Akselerasi Industri Perkapalan di Sulawesi Selatan".
MN, Jakarta – Sebagai sebuah entitas bisnis milik bangsa yang sekaligus menjadi representasi merah putih di kancah global, PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) / PT. BKI selalu memberikan dukungan dan perhatian terhadap berbagai hal terkait perkembangan dunia kemaritiman tanah air.
Hal ini terlihat dari dukungan besar yang diberikan oleh perusahaan yang merupakan salah satu badan klasifikasi tertua di Asia ini, terhadap berbagai aktivitas kemaritiman nasional. Salah satunya ialah dengan memberikan dukungan kepada Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Ikatan Sarjana Teknik Universitas Hasanuddin (Istek Unhas), yang mengangkat tema “Akselerasi Kawasan Industri Perkapalan di Sulawesi Selatan”, Rabu (6/3).
FGD yang digelar di Ruang Ali Sadikin Graha BKI Lantai 11, Jakarta Utara ini, menghadirkan para pemangku kepentingan kemaritiman, khususnya perkapalan, di Sulawesi Selatan. Mulai dari pemilik galangan kapal, BKI sebagai badan klasifikasi, perwakilan pemerintah Sulsel, wakil rakyat, hingga para akademisi yang aktif dalam mendukung perkembangan industri maritim di provinsi ini.
Menyambut forum diskusi penting ini, Direktur Utama PT. BKI Rudiyanto memberikan apresiasi yang tinggi terhadap forum-forum diskusi seperti ini. Selain dihadapkan langsung dengan berbagai masalah kemaritiman yang membutuhkan komitmen dan pembahasan bersama, forum-forum seperti ini juga dianggap sangat efektif sebagai sarana menemukan masalah baru yang mungkin tidak terangkat oleh publik.
Lebih lanjut, perain gelar Doktor dalam Ilmu Administrasi Bisnis dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran (FISIP Unpad) ini, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan kawasan industri perkaalan tersebut, sebagai penopang berbagai potensi ekonomi yang ada di provinsi ini.
Lebih dari itu, posisi strategis Makassar yang berada di antara dua ALKI, juga menjadi penopang penting bagi aktivitas maupun perkembangan masyarakat di wilayah timur negeri ini lainnya. Banyak aktivitas perekonomian di timur Indonesia, melibatkan provinsi dengan akar budaya maritim yang kuat ini di dalamnya.
Salah satu yang menjadi perhatian PT. BKI dalam diskusi ini adalah terkait potensi pengembangan sektor pariwisata di Indonesia Timur yang memang memiliki potensi besar dan beberapa diantaranya sudah sangat dikenal oleh dunia internasional.
Dengan terselenggaranya FGD ini, ia berharap seluruh pihak terkait, lebih memerhatikan upaya peningkatan ataupun percepatan pembangunan industri kemaritiman di Sulsel ini, khususnya industri galangan kapal yang merupakan pondasi penting.
Dengan terbangunnya, industri perkapalan yang semakin baik di jantung Sulawesi ini, pria yang jug menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan K3 Nasional (DK3N) ini berharap berbagai potensi yang ada di timur negeri ini, khususnya pariwisata, juga turut berkembang.
“Sesuai pertemuan dengan Menteri Pariwisata beberapa waktu yang lalu, perlu adanya peningkatan sektor pariwisata dibagian Indonesia Timur. Dengan ada nya FGD ini, kami berharap perhatian dari seluruh pemerhati bidang perkapalan di Sulsel akan meningkat, dan serta merta turut meningkatkan industri galangan kapal di sini,” pungkasnya.
Medan (Maritimnews) - Sebagai bentuk dukungan terhadap misi kemanusiaan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya…
Kasus pagar laut di pesisir Kabupaten Tangerang merupakan pengingat bahwa persoalan lingkungan hidup tidak pernah…
Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mendorong transformasi layanan kepelabuhanan, termasuk menghadirkan fasilitas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - Transformasi layanan dan penguatan daya saing terminal berdampak pada peningkatan arus…
Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menilai penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang…
Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memantapkan arah strategis perusahaan tahun 2026 melalui…