Cara IPC TPK Tangani Kepadatan Truk di Pelabuhan Priok

Salah satu kegiatan monitoring aktivitas bongkar muat di IPC TPK

MN, Jakarta – Kepadatan truk peti kemas yang biasanya padat merayap pada hari Selasa dan Kamis malam Jumat, kini tidak terlihat lagi. PT Pelindo II (Persero)/IPC melalui IPC TPK punya cara tersendiri mengatasi kepadatan yang kerap mewarnai akses menuju Terminal 3 pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Menurut Corporare Secretary IPC TPK, Amanda, sesuai harapan IPC untuk mengatasi kepadatan, pihaknya memanfaatkan fasilitas buffer truckin di lahan ex JICT II dan Lapangan 009, semi auto gate, transaksi RC/SP2 melalui e-service, serta memasang tanda khusus bagi kendaraan truk trailer yang ingin masuk Terminal 3.

Selain itu, pihak IPC TPK membuat beberapa aturan teknis yang baru dari sisi operasional dan komersial bersama-sama para stakeholder kepelabuhanan, antara lain melibatkan penggunaan jasa EMKL atau Forwarding sebagai perwakilan cargo owner.

“Posisi kami on progress make solution, evaluasi secara berkala. Semoga kepadatan yang biasa terjadi di area dalam pelabuhan Tanjung Priok dapat konsisten teratasi,” jelas Amanda kepada Maritimnews di Jakarta, Senin (31/5).

Kemudian, lanjut Amanda, dalam rangka mendukung kelancaran bagi kendaraan truk-truk trailer yang ingin melakukan kegiatan khususnya di IPC TPK telah ditetapkan system pendukung bagi aktivitas bongkar muat, baik ocean going maupun domestik.

“Ocean going, relatif no issue, karena sudah menggunakan Auto Gate System, transaksi di gate waktunya sekitar 40 detik. Kami pun kerjasama dengan mitra terkait guna penanggulangan kemacetan karena masih satu area TPS,” terangnya.

Sedangkan domestik yang sejak tiga bulan terakhir volume dan ship call mengalami kenaikan, IPC TPK melakukan upaya agar dapat mengurai kemacetan dengan menerapkan extend storage yard (ESY) atau bongkaran dari kapal langsung dibawa ke lapangan Lini II, sebagai perpanjangan Lini I, sehingga tidak terjadi crowded di CY lini 1.

“Kami menghilangkan container office milik pelayaran yang berada setelah gate TP 2, untuk kegiatan stampel basah dan data-data diperlukan seperti berat, sela number atau lokasi petikemas akan di provide oleh IPC TPK,” kata Amanda.

Pihak IPC TPK juga menjalankan fungsi managemen traffic dengan solid, monitoring antrian truk, parkir liar dan truk yang tidak membawa dokumen melalui CCTV.

“Saat ini sedang progress pembukaan jalur ex JICT II sebagai akses masuk alternatif untuk truck delivery ke TP 2 domestik. Kami mengharapkan akhir Juni 2021 ini ditarget sudah bisa berjalan,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyosialisasikan penataan peta peran korporasi kepada…

3 days ago

PMT Port Visit melalui Onboarding Budaya Perusahaan

Belawan (Maritimnews) - PT Pelindo Multi Terminal atau PMT memberikan pengalaman awal dunia kerja kepada…

3 days ago

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) berhasil menangani kebakaran yang terjadi pada…

4 days ago

Breakfast With Leader Pelindo 4 Hadapi Perubahan Pelabuhan dan Streamlining

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komunikasi internal dan keterlibatan pegawai…

5 days ago

IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Jakarta (Maritimnnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima dua penghargaan dalam ajang TOP GRC…

5 days ago

Kinerja Positif IPC TPK Hingga Agustus 2026, Tumbuh 8,37 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali mencatatkan tren kinerja operasional yang positif…

5 days ago