Categories: HankamTerbaru

IUU Fishing Masih Marak, DFW: Perlu Tindakan Keras dari Pemerintah

KKP mengamankan pelaku illegal fishing di Selat Malaka.

Jakarta (Maritimnews) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sepanjang tahun 2021 mengklaim telah melakukan penangkapan 36 kapal ikan asing yang melakukan pencurian ikan di laut Indonesia. Dari 36 kapal tersebut, sebanyak 23 kapal Vietnam, 9 kapal Malaysia dan dan 4 kapal Filipina.

Walaupun telah meningkatkan pengawasan di Laut Natuna Utara, kapal ikan Vietnam masih nekat masuk dan melakukan aktivitas pencurian ikan. Oleh karena itu, KKP dan otoritas pengawasan perlu mengembangkan strategi pengamanan di Natuna, termasuk opsi melakukan tindakan tegas untuk memberikan efek jera.

Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengatakan bahwa banyaknya kapal Vietnam yang melakukan pencurian ikan patut mendapat perhatian khusus.

“Seperti ada pembiaran pemerintah Vietnam kepada warganya untuk melakukan pencurian ikan dilaut Indonesia dan ini bisa mencederai semangat ASEAN untuk memerangi IUUF,” kata Abdi kepada Maritimnews, Jumat (11/6).

Selain keberadaan kapal ikan Vietnam, sambung Abdi saat ini pemerintah juga mempunyai PR mengurus sekitar 500 ABK kapal Vietnam dengan status bermacam-macam di rutan dan pangkalan Angkatan Laut di Ranai, Natuna.

“Kami mendapat laporan, tidak ada upaya serius dari pemerintah Vietnam untuk memulangkan ratusan warganya di Natuna dan saat ini keberadaan mereka telah mulai menimbulkan masalah sosial dengan warga lokal,” ungkapnya.

Rutan yang makin penuh, keterbatasan anggaran lauk pauk buat tahanan, menyebabkan kelonggaran penjagaan terhadap para ABK tersebut.

“Beberapa di antara mereka telah berbaur dengan warga dan ada yang menjadi pengemis di Natuna,” jelasnya.

Pihaknya meminta pemerintah Indonesia menggunakan jalur diplomasi untuk menekan Vietnam agar mengupayakan penanganan IUUF ini dapat dilakukan secara bersama-sama agar tidak menjadi urusan Indonesia semata.

Keterbatasan armada pengawasan, hari operasi, keterbatasan personil, biaya dari proses pengadilan dan penanganan tahanan merupakan rangkaian dan implikasi yang harus ditangani oleh pemerintah Indonesia.

“Perlu ada strategi baru dan lebih cerdas dalam penanggulangan IUUF oleh pemerintah saat ini,” tegasnya.

Peneliti DFW Indonesia, Subhan Usman mengatakan bahwa Tindakan tegas terhadap pelaku IUUF dapat terus konsisten dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

“Aparat kita di garis depan bekerja dengan penuh risiko mendapat perlawanan balik dari pelaku kejahatan oleh kapal asing,” tegas Subhan.

Dirinya menyarankan agar tindakan tegas perlu diambil oleh aparat pengawasan kepada pelaku IUUF di lapangan. “Perlu dipikirkan tindakan langsung untuk memberikan efek jera guna meningkatkan wibawa Indonesia dalam penegakan hukum di laut Natuna,” tandas Subhan. (*)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

2 days ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

2 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

3 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

4 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

5 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

7 days ago