Categories: PelayaranTerbaru

Kemenhub: Strategi Penetapan Tarif Pelayaran Jadi Isu Penting

Narasumber dalam kegiatan FGD Pentarifan Muatan Penumpang Dan Barang Angkutan Laut

MN, Jakarta – Mengacu pada biaya logistik yang tinggi di Indonesia, khususnya di moda transportasi laut menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Terutama di wilayah Indonesia Timur dengan disparitas harga cukup tinggi, dikarenakan soal biaya distribusi logistik dari daerah produsen ke wilayah timur tersebut.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan, Capt Mugen S Sartoto saat FGD Pentarifan Muatan Penumpang Dan Barang Angkutan Laut tema “Mewujudkan Sistem Logistik Nasional Berdaya Saing dan Profesional”, di Jakarta, Selasa (19/10) mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan transportasi laut sebagai pilihan tepat bagi angkutan laut penumpang dan barang serta peningkatan konektivitas.

Dengan melihat biaya logistik yang tinggi di Indonesia, Capt Mugen menegaskan, bahwa strategi penetapan tarif (pricing strategy) menjadi isu penting dalam sistem transportasi dan logistik. Sebab tarif merupakan salah satu pertimbangan penting bagi konsumen dalam memutuskan pembelian jasa transportasi, selain pertimbangan kinerja operasi transportasi dan kualitas pelayanan.

Lebih lanjut Capt Mugen mengungkapkan, umumnya strategi penetapan tarif transportasi didasarkan pada biaya yang menjadi faktor penting dalam pembentuk tarif transportasi untuk dibebankan ke konsumen atau pengguna jasa. Tarif transportasi ditentukan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah jarak (distance), berat (weight), dan densitas (density).

Maka dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah, penetapan tinggi rendahnya tarif muatan penumpang dan barang angkutan laut, merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan yang mempengaruhi maju mundurnya usaha pelayaran.

Adapun tujuan diadakannya kegiatan FGD (Forum Group Discussion) ini untuk menyamakan pemahaman tentang kendala, hambatan dan tantangan Angkutan Multimoda di bidang transportasi laut yang menghadirkan Narasumber, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Kementerian Perhubungan), Kepala Biro Perencanaan Kemenhub, Direktur PNBP (Kementerian Keuangan). Diikuti para peserta secara langsung maupun online, terdiri dari Pejabat Kementerian Perhubungan; Kementerian dan Lembaga Pemerintah; UPT Ditjen Hubla; Pemerintah Daerah; dan Pemangku kepentingan terkait.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Konsisten Jaga Kelestarian Lingkungan Laut

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…

17 hours ago

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

3 days ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

4 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

4 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

5 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

7 days ago