Indonesia-Australia Sepakat Batasi Ruang Gerak Pelaku IUU Fishing

 

Pertemuan antara PSDKP dengan Australian Border Force (ABF). Dok Foto: Humas KKP.

Darwin (Maritimnews) – Kementerian Kelautan dan Perikanan  melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bersama dengan BAKAMLA dan Australian Border Force (ABF) berhasil membatasi ruang gerak pelaku IUU Fishing di wilayah perbatasan saat pelaksanaan Operasi Gannet-6.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Laksamana Muda TNI Dr. Adin Nurawaluddin, M.Han, menyampaikan bahwa Operasi Gannet-6 yang melibatkan Australia Border Force (ABF), Maritime Border Command (MBC), dan Australian Fisheries Management Authority (AFMA), salah satu tujuannya adalah untuk memberantas praktik illegal fishing di wilayah perbatasan kedua negara, khususnya aktivitas nelayan pelintas batas dari Indonesia.

“Operasi ini merupakan implementasi rencana aksi kerja sama Indonesia dan Australia yang salah satu fokusnya pada pada penanganan nelayan pelintas batas. Hal ini telah kami bahas di beberapa pertemuan working group sebelumnya,” ucap Dirjen PSDKP, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin  saat bertemu dengan delegasi Australia di di resto Wharf One-Darwin pada Jumat (30/9).

Lebih lanjut, Adin menjelaskan bahwa kehadiran aparat penegak hukum dengan masing-masing aset pengawasan yang dimiliki dianggap efektif dalam mencegah aktivitas pelintas batas di wilayah perairan Australia. Berdasarkan hasil pemantauan melalui udara eskalasinya menurun selama pelaksanaan operasi karena berhasil dihalau oleh aparat Ditjen PSDKP.

“Patroli terkoordinasi seperti ini akan semakin kita tingkatkan untuk mencegah terjadinya aktivitas ilegal oleh nelayan kita. Ini bentuk tanggung jawab kita sebagai negara bendera atau flag state responsibilities,” tegas Adin.

Dalam Operasi Gannet-6 ini Indonesia dan Australia dengan mengerahkan beberapa armada pengawas seperti, Kapal Pengawas PSDKP Orca 02, Air Surveillance PSDKP jenis ATR 42-320 MPA dan ABF dengan pesawat patroli jenis Bombardir Dash-8, dan kapal patroli ABF Cutter Cape Sorell, Sedangkan Badan Keamanan Laut (Bakamla RI) menerjunkan KN Pulau Dana-323.

Dalam rangkaian pelaksanaan operasi Gannet-6 tersebut, juga dilaksanakan pertemuan bilateral antara pejabat dari kedua negara. Adin melanjutkan bahwa tujuan lain dari pertemuan kedua negara ini adalah memperkuat kerja sama Indonesia dan Australia dalam mendorong pengelolaan perikanan berkelanjutan.

Pada pertemuan tersebut delegasi dari Direktorat Jenderal PSDKP dihadiri oleh Direktur Jenderal PSDKP, Direktur Penanganan Pelanggaran, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada serta Koordinator Kelompok Hukum, Kerja Sama dan Humas.

“Kedua negara berkomitmen untuk mendorong kerja sama untuk pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab termasuk penanggulangan IUU Fishing di perairan perbatasan ZEE kedua negara, tentunya ini akan menjamin upaya pengelolaan yang perikanan yang berkelanjutan berbasis ekologi,” lanjutnya.

Penguatan kerja sama dalam pemberantasan IUU Fishing menjadi salah satu strategi KKP dalam mewujudkan tata kelola perikanan yang berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trennggono yang meminta jajarannya untuk berkolaborasi dengan negara-negara di Kawasan dalam mewujudkan pengelolaan perikanan berkelanjutan. (*)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Jakarta (Maritimnnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima dua penghargaan dalam ajang TOP GRC…

5 hours ago

Kinerja Positif IPC TPK Hingga Agustus 2026, Tumbuh 8,37 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali mencatatkan tren kinerja operasional yang positif…

14 hours ago

TPS Perkuat Komitmen ESG Melalui Konversi Kendaraan Operasional Berbasis Listrik

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya terhadap operasional pelabuhan yang…

2 days ago

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Oleh: Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Pelabuhan telah berkembang jauh melampaui sekadar pusat logistik.…

2 days ago

Pelindo Sosialisasikan Layanan Alat Pemindai Petikemas kepada Pelanggan

Surabaya (Maritimnews) – Pelindo menyelenggarakan rangkaian sosialisasi penerapan layanan tambahan berupa alat pemindai petikemas kepada…

3 days ago

Transisi Adil Bagi Pekerja yang Terotomatisasi di Sektor Pelabuhan

Tenaga kerja pelabuhan dapat didefinisikan dengan berbagai cara. Dalam definisi sempit, tenaga kerja pelabuhan merujuk…

4 days ago