Categories: SDM MaritimTerbaru

Kemenhub Terkesan Tidak Hiraukan Aspirasi Majelis Rakyat Papua

Dorince Mehua

Jayapura (Maritimnews) – Majelis Rakyat Papua sebagai lembaga representasi dan kultural Orang Asli Papua dalam memperhatikan, menyalurkan aspirasi khususnya keberpihakan, perlindungan, dan pemberdayaan orang asli Papua mempertanyakan jawaban atas surat yang dikirim kepada Menteri Perhubungan tertanggal 3 Januari 2023 terkait kepindahan Sumber Daya Manusia (SDM) mumpuni dilingkungan KSOP Jayapura.

Anggota Majelis Rakyat Papua, Dorince Mehua mengatakan, bahwa keputusan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub memutasi Willem Thobias Fofid ke UPP Mamuju pada tanggal 19 Desember 2022, kemudian pindah lagi ke KSOP Ambon, dinilai tidak merepresentasikan Orang Asli Papua yang seharusnya sosok tersebut dapat ikut membangun Papua untuk maju dan berkembang.

“Kami telah bersurat kepada Menteri Perhubungan agar menunda kepindahan Saudara Willem, karena sosok seperti itu yang dibutuhkan oleh Papua. Majelis Rakyat Papua meminta dengan hormat agar Kementerian Perhubungan menghargai aspirasi Orang Asli Papua,” ungkap Dorince Mehua kepada Maritimnews di Jayapura, Jumat (2/6).

Selain surat dari Majelis Rakyat Papua, Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Masyarakat Adat Depapre dan juga Komunitas global Analisis Papua Strategis juga mengirim surat dengan tujuan yang sama yaitu, menunda kepindahan dan sekaligus menunjuk Willem Thobias Fofid sebagai Kepala KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Kelas II Jayapura.

Dorince Mehua yang juga Ketua PWKI Papua dan Ketua Komunitas Perempuan Adat Kampung Hobong menegaskan, surat MRP sudah sekitar 5 bulan dan tidak ada balasan dari Menteri Perhubungan, pihaknya menyesalkan kenapa permintaan Orang Asli Papua tidak ditanggapi Pemerintah bahkan terkesan tidak dihiraukan. Selama ini Kemenhub selalu mengirim orang-orang yang datang dan memperkaya diri sendiri tanpa berbuat apa-apa. Sekalinya Kemenhub memiliki sosok tepat, malah dimutasi.

“Kami mengerti mutasi adalah hal wajar dilingkungan Kementerian Perhubungan, namun haruslah melihat dan menjawab kebutuhan Daerah, apalagi Papua sedang mendapatkan perhatian khusus Negara sebagai Otonomi Khusus yang memerlukan keberpihakan terhadap Orang Asli Papua. Oleh sebab itu kami meminta kepada Menteri Perhubungan hargai surat MRP, dalam rangka menjawab kebutuhan daerah Papua,” pungkasnya.

(Bayu Jagadsea/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

4 hours ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

5 hours ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

16 hours ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

23 hours ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

1 day ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

2 days ago