Categories: SDM MaritimTerbaru

Laus Deo Rumayom: Sesalkan Surat APS dan MRP Diabaikan Menteri Perhubungan

Laus Deo Rumayom

Jayapura (Maritimnews) – Kementerian Perhubungan dianggap telah mengabaikan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) Orang Asli Papua untuk pembangunan Papua, khususnya sektor transportasi dan bisnis shipping, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tidak merespon pihak Analisis Papua Strategis (APS) dan Majelis Rakyat Papua (MRP) agar putra terbaik Papua mendapat prioritas membangun tanah kelahirannya.

Founder APS, Laus Deo Rumayom menegaskan, bahwa APS sudah menyurati Menteri Perhubungan tertanggal 22 Desember 2022, selain itu Dinas Perhubungan Provinsi Papua dan MRP yang merupakan wadah masyarakat adat resmi dan secara spesifik Dewan Adat suku Moy dan Tepera juga menyurati Kementerian Perhubungan disaat bersamaan dengan tuntutan yang sama.

“Permintaan kami agar salah satu putra terbaik Papua yakni Willem Thobias Fofid dikembalikan untuk dapat bertugas di tanah Papua,” terang Laus Deo Rumayom kepada Maritimnews di Jayapura, Senin (29/5).

Laus yang juga akademisi Universitas Cenderawasih dan Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan periode 2019-2022 sangat menyayangkan tidak adanya balasan surat dari Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, terkait permintaan agar salah satu putra terbaik Papua untuk ditugaskan kembali di Papua.

APS Centre for Development and Global Studies

APS sebagai wadah komunitas profesional putra-putri Papua meluncurkan APS Centre for Development and Global Studies, Senin tanggal 29 Mei 2023, sebagai Lembaga riset yang bertujuan membantu Pemerintah melakukan penelitian dalam berbagai bidang, seperti Masyarakat Adat, Komunikasi, Transportasi, Pemberdayaan Perempuan & Anak, Pemuda, Olahraga, Agama, Teknologi dan Ekonomi Bisnis Perbankan.

Selain itu salah satu fokus dari lembaga riset ini adalah melakukan mapping SDM Orang Asli Papua dalam struktur pemerintahan baik didaerah maupun dipusat, dalam menunjang pembangunan secara holistik di 6 Provinsi di Papua, khususnya 4 provinsi Daerah Otonom Baru.

“Kami berharap kehadiran APS Centre for Development and Global Strategies dapat membantu menjembatani antara Pemerintah Daerah, Pimpinan Agama, Masyarakat Adat yang ada di Papua dengan Pemerintah Pusat,” pungkas Laus.

(Bayu Jagadsea/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

3 hours ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

4 hours ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

15 hours ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

22 hours ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

1 day ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

2 days ago