Ditjen Hubla Tengah Gencar Tingkatkan Kualitas Layanan SDM

Lollan Panjaitan (foto:Liputan6)

Jakarta (Maritimnews) – Walau terlambat, lebih baik lambat daripada tidak sama sekali. Kini Kementerian Perhubungan tengah gencar berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Ditjen Perhubungan Laut, tujuannya adalah memperbaiki tata kelola Pemerintahan dan capaian target kinerja organisasi guna mewujudkan instansi yang mengedepankan akuntabilitas, transparansi dan efisiensi.

Upaya modernisasi kualitas SDM tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Pelatihan, Kerjasama (Dalam & Luar Negeri), serta menerbitkan aplikasi-aplikasi sistem guna mempermudah pelayanan ke masyarakat di seluruh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan maupun Distrik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub.

Target kinerja yang lebih baik melalui upaya bebenah dari Ditjen Perhubungan Laut ditegaskan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Lollan Panjaitan saat membuka kegiatan Penajaman dan Evaluasi Implementasi Digitalisasi Manajemen Risiko pada Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMARKO) di Jakarta, Senin (27/5).

Lollan Panjaitan mengatakan, bahwa manajemen risiko masih menjadi sebuah pekerjaan rumah (PR) besar bagi Ditjen Perhubungan Laut.

“Ditjen Hubla perlu memastikan manajemen risiko berjalan dengan baik di berbagai lini. Melalui aplikasi SIMARKO ini diharapkan dapat meningkatkan kemungkinan pencapaian tujuan organisasi, peningkatan kinerja, dan mendorong manajemen yang proaktif,” ungkapnya.

Menurut Lollan, aplikasi SIMARKO juga diproyeksikan dapat memberikan dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan, meningkatkan efektifitas alokasi, dan efisiensi penggunaan sumber daya organisasi, meningkatkan kepatuhan kepada ketentuan, serta meningkatkan kepercayaan para pemangku.

Sebagai informasi, implementasi digitalisasi manajemen risiko merupakan tindaklanjut dari perwujudan salah satu amanat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 69 Tahun 2023 tentang Manajemen Risiko di lingkungan Kementerian Perhubungan, sebagai salah satu syarat indikator guna menilai tingkat tata kelola Pemerintahan yang baik dan terpercaya.

(Bayu Jagadsea/MN)

Yudha Prima Putra

Share
Published by
Yudha Prima Putra

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

2 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

4 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 weeks ago