Categories: Pelabuhan

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pasca Lebaran Terkendali

Jakarta (Maritimnews) – Aktivitas kunjungan kapal dan arus petikemas pasca Lebaran di lingkungan IPC TPK menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelum Lebaran. Berdasarkan data operasional, kunjungan kapal tercatat turun dari 121 call pada periode pra Lebaran menjadi 88 call pada periode pasca Lebaran 2026, atau turun sekitar 27%. Arus petikemas juga tercatat menurun dari 77.577 TEUs menjadi 47.775 TEUs.

Penurunan ini sejalan dengan tren yang juga terjadi pada periode Lebaran tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya pergeseran pola distribusi logistik dalam dua tahun terakhir, di mana pengguna jasa cenderung melakukan pengiriman barang lebih awal sebelum periode Lebaran.

Pola ini tidak terlepas dari adanya pengaturan operasional dan pembatasan arus barang selama periode Lebaran, termasuk pengaturan kuota gatepass dan manajemen kedatangan kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, di mana pada minggu awal pasca Lebaran kapasitas operasional ditetapkan maksimal 50% dan kembali normal secara bertahap pada minggu berikutnya. Kondisi ini mendorong pengguna jasa untuk melakukan percepatan pengiriman atau front loading sebelum periode pembatasan, sehingga aktivitas pasca Lebaran cenderung lebih landai.

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menjelaskan bahwa tren ini menunjukkan adanya perubahan pola logistik Lebaran dalam dua tahun terakhir.

“Dalam dua tahun terakhir terlihat adanya pergeseran pola logistik Lebaran. Pengguna jasa kini cenderung melakukan pengiriman lebih awal sebelum periode pembatasan operasional dan pengaturan traffic di pelabuhan, sehingga setelah Lebaran aktivitas kapal tidak mengalami lonjakan seperti sebelumnya, melainkan cenderung normal bahkan menurun. Hal ini menunjukkan perencanaan logistik yang semakin baik dan terkoordinasi antara operator terminal, pelayaran, dan pengguna jasa.”

Meskipun terjadi penurunan kunjungan kapal pasca Lebaran, kondisi ini tidak serta-merta menunjukkan penurunan aktivitas logistik secara keseluruhan, melainkan menunjukkan adanya penyesuaian pola distribusi dan perencanaan logistik untuk menghindari kepadatan selama periode Lebaran.

Sebagai penutup, Pramestie menambahkan, bahwa pola ini menunjukkan bahwa koordinasi dan perencanaan logistik antara stakeholder pelabuhan berjalan semakin baik, sehingga arus barang dapat didistribusikan lebih merata dan tidak menumpuk pada satu periode. Dengan demikian, operasional pelabuhan tetap berjalan lancar dan kepadatan dapat diantisipasi.

(Bayu Jagadsea/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

14 hours ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

6 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

6 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

6 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 week ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

1 week ago