
MN, Jakarta – Usai kecelakaan beruntun di Karangploso, Malang, Jawa Timur (25/8) lalu yang diduga akibat rem blong, Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah Chandra Budiawan mengatakan, bila pihaknya masih sulit menghentikan kejadian-kejadian serupa. Ia menginginkan agar safay procedure dapat dipahami oleh semua pihak sehingga dapat meminimalisir kejadian yang tak diinginkan.
Menurut Chandra, kecelakaan yang menewaskan empat orang dan mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka, serta merusakkan dua rumah penduduk tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor ekonomi, teknologi, psikologi dan sosiologi.
”Buruknya kondisi ekonomi mikro dewasa ini telah mengakibatkan pendapatan sopir semakin jauh tertinggal dari kebutuhan pokok sehari-hari. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab tertekannya kondisi psikologis sopir. Dalam kondisi psikologis yang buruk sangat mustahil sopir bisa bekerja secara maksimal,” kata Chandra melalui siaran persnya yang diterima oleh redaksi di Jakarta, (2/9).
Lebih lanjut, ia menuturkan pembatasan impor yang dilakukan pemerintah terhadap beberapa produk ban dan spare parts truk kelas satu buatan luar negeri juga ikut memperparah situasi. Karena hal itu telah menciptakan kelangkaan ban dan spare parts berkualitas baik di pasaran dalam negeri.
Selain itu, kondisi sosiologis di jalanan seperti egoisnya pengguna jalan dan karakter yang tidak sabar serta kurang santun juga memperparah situasi.
”Sopir truk sering mengeluhkan, bahwa budaya selalu menyalahkan kendaraan yang lebih besar dan memenangkan kendaraan yang lebih kecil dalam setiap kasus kecelakaan juga membuat pengguna kendaraan kecil semakin ugal-ugalan,” ujarnya.
Chandra berharap seluruh stakeholder dalam hal keselamatan berlalu lintas di jalan semestinya harus bekerja bersama menanggulangi kecelakaan yang terjadi.
“Sepeda motor dan kendaraan kecil terkadang sering seenaknya menyalip dan memotong kendaraan truk, kemudian mengerem secara mendadak. Atau mereka sering menyerobot jalur di sisi kanannya yang akhirnya membuat sopir truk menjadi kaget,” pungkasnya.
(Adit/MN)






