Pertemuan antara Ketum PPI Andri Yani Sanusi dengan Ketua KPI Tanjung Priok Tony Pangaribuan membahas Rembuk Nasional Pelaut Indonesia.

MN, Jakarta – Menjelang peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of The Seafarer) yang jatuh setiap 25 Juni, Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) menyerukan perlu adanya rembuk nasional untuk pelaut Indonesia.

“Mengingat makin banyaknya permasalahan pelaut Indonesia baik dari regulasi ataupun hubungan kerja antara pihak pemberi kerja dengan pekerja, yang mana masih banyak Pelaut Indonesia yang tidak di-cover oleh asuransi maka harus dicari jalan keluarnya,“ kata Ketua Umum PPI Andri Yani Sanusi kepada Maritimnews, Minggu (23/5/21).

Selain itu Andri menambahkan masih belum jelasnya standar pengupahan pelaut Indonesia seperti buruh pada umumnya akan berakibat pada pemberian upah sesukanya oleh pengusaha.

“Ini tidak bisa dibiarkan pengusaha memberi upah sesukanya tanpa memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan pelaut Indonesia,” tegasnya.

Ia menganggap sangat tepat jika Rembuk Nasional Pelaut Indonesia diadakan bertepatan dengan Hari Pelaut Se-Dunia.

“Mari kita bahas untuk memberikan masukan dan meminta agar ILO, IMO, Kemenko Marves, Kemenaker, Kemenhub, BP2MI, KKP, BPJS dan INSA (Asosiasi Pengusaha Perkapalan) serius untuk menyelesaikan seluruh permasalahan pelaut Indonesia,” ungkap Andri.

Andri juga berharap seluruh pelaut Indonesia untuk bersatu padu menyambut rencana tersebut.  Ia sangat tidak menginginkan pelaut Indonesia tercerai berai dan masing-masing berjalan sendiri.

“Kami meminta pendapat Kawan Pelaut Indonesia, mes-mes Pelaut, Perkumpulan Pelaut Daerah, dan Asosiasi Pelaut untuk memberikan masukan dan saran. Tujuan saya semua demi pelaut Indonesia tanpa terkecuali,” jelasnya.

“Mari kita berpikiran jernih untuk kemajuan pelaut Indonesia yang bermartabat, adil dan makmur. Saran dan kritikannya sangat dibutuhkan sebagai masukan,” pungkasnya. (Dit)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *