Tenaga Ahli Pelaut Niaga Kunci Poros Maritim, Bukan Jongos Maritim
Oleh: Capt. Dwiyono Soeyono* āUsahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekadar…
Oleh: Capt. Dwiyono Soeyono* āUsahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekadar…
Debat Pilpres ke empat yang berlangsung di Shang-Rila Hotel Jakarta pada Sabtu malam (30/3) yang lalu cukup berjalan menarik, meskipun sejatinya debat yang mengusung tema pokok ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional ini, belum mencapai substansi pokok permasalahan dasar negeri ini, khususnya dalam perspektif keamanan dan pertahanan.
Peran Nahkoda Agung Indonesia memang penting tapi peran ABK yang tangguh, cakap, bertanggungjawab dan professional tidaklah kalah pentingnya. Nahkoda tentu saja tidak bisa melayarkan kapalnya sendirian. Mari kita bersama-sama menjadi ABK yang membanggakan dari sebuah kapal besar yang bernama Bangsa Maritim Indonesia.
MN, Jakarta – Masyarakat internasional diminta untuk merawat spirit Bung Karno dan Imam Khomeini yang tidak kenal lelah memperjuangkan kemerdekaan…
Di Musyawarah maritim Nasional, Bung Karno disematkan menjadi Nakhoda Agung NKRI yang bercita-cita menjadi negara maritim yang besar guna meneruskan kejayaan Sriwijaya dan Majapahit.
Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-72 tahun 2017, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjadi Irup pada upacara ziarah di Makam Proklamator Bung Karno Jl. Ir. Soekarno, Kel. Bendogerit Kec Sanan Wetan Kota Blitar, Senin (19/9).
Selama Negara Republik Indonesia berdiri, nama Rengasdengklok tetap bersemi dalam pusara sejarah kemerdekaan.
Dekrit Presiden yang berisiĀ bubarkan Dewan Konstituante, kembali ke UUD 1945, dan bentuk MPRS merupakan tiga pernyataan yang mengandung makna sebagai penyambung tali sejarah sekaligus pengokoh momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957.
Selain tercatat sebagai pendiri BKR Laut (cikal bakal TNI AL) sekaligus Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) pertama, Laksamana Muda TNI (Purn) Mas Pardi juga dinobatkan sebagai Bapak Ilmu Pelayaran Indonesia.
Sebelum mengikuti Pendidikan PETA di Bogor, Supriyadi bersama Dzulkifli Loebis, Daan Mogot, dan Kemal Idris adalah lulusan Seinen Dojo, barisan pemuda Indonesia yang dididik ilmu intelijen oleh Nakajima.