Ketua STIP: Membangun Pelayaran, membangun Bangsa!
Kita mengenal istilah when we build shipping, we build a nation. Ketika kita membangun pelayaran, kita telah membangun bangsa
Kita mengenal istilah when we build shipping, we build a nation. Ketika kita membangun pelayaran, kita telah membangun bangsa
Selama Presiden Jokowi memegang tampuk kepemimpinan negeri ini dengan visi Poros Maritim Dunia, selama itu pula belum menaruh perhatian terhadap kisruh yang dialami oleh organisasi kepelautan terbesar di Indonesia itu.
Petisi Pelaut Senior menuntut kepada Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Ditjen (Ditjen Hubla) untuk memfasilitasi Kongres Luar Biasa (KLB) KPI.
Melihat kekisruhan yang terjadi pada organisasi yang menjadi wadah SDM utama dalam pembangunan Poros Maritim Dunia ini, Pelaut Senior pada 6 Oktober 2015 melayangkan Petisi Pelaut Indonesia kepada pihak Pemerintah.
Masih banyak pelaut Indonesia yang memiliki standar hidup jauh dibawah rata-rata baik standar yang ditetapkan oleh International Labour Organization (ILO) maupun oleh International Maritime Organization (IMO).
Dewan Pimpinan Pusat Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) menghimbau kepada Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perhubungan untuk segera membahas teknis tentang standar pengupahan bagi pekerja laut atau pelaut Indonesia yang bekerja di kapal dalam negeri.
Pemerintah Indonesia memiliki program prioritasnya yaitu Nawacita, yang di dalamnya tertuang Tol Laut dalam visi mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Akan tetapi program ini bisa terancam gagal jika SDM maritim utamanya (pelaut) tidak diperhatikan.
Apa yang terjadi dalam dunia kepelautan Indonesia tidaklah seindah dengan cita-cita luhur yang didengungkan oleh Presiden Jokowi tersebut. Hampir 3 tahun visi itu berjalan, masih banyak praktik perbudakan bagi pelaut Indonesia.
Pelaut Senior meminta dengan tegas kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib kaum pelaut yang sekian lamanya termarjinalkan bagaikan anak tiri, bahkan selalu jadi obyek untuk dijadikan sapi perah baik oleh oknum birokrat yang berwenang maupun oknum pengusaha crew agency yang merekrutnya.
Tujuan dari seminar itu juga dalam rangka mengembangkan pendidikan kemaritiman dan mempersiapkan SDM Pelaut yang andal guna mengurangi angka kecelakaan kapal.