Categories: Nelayan

Miing: Diperlukan 3 Aspek dalam Membangun Nelayan

 

Jabat tangan: Miing (kiri) dan Hermawati Setyorinny (kanan)

Maritimnews, Jakarta – Dewan Pembina Assosiasi Industri Usaha Mikro dan Kecil Menengah (IUMKM) Indonesia Akumandiri, TB Dedy S Gumelar mengungkapkan perlunya 3 aspek dalam membangun kesejahteraan nelayan. Hal itu ia sampaikan saat pemberian piagam dari Ketua Umum DPP Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri Hermawati Setyorinny kepada dirinya di Jakarta, Senin (15/2/16).

Pria yang akrab disapa Miing itu mengutarakan 3 aspek dalam membangun nelayan yaitu SDM, modal, dan pasar. Menurutnya, hal tersebut didasari dengan pengalamannya saat menjadi Anggota DPR RI yang kerap turun ke Daerah Pemilihan menemui konstituennya.

“Dapil saya dulu di Banten. Saat turun saya sering berdiskusi dengan para nelayan dan saya menemui masalahnya tidak terlepas dari 3 aspek yakni SDM, modal dan pasar untuk menjual hasil tangkapannya,” kata Miing.

Pria yang terkenal di layar TV dengan grup lawak Bagito itu mengungkapkan SDM sebagai aspek utama karena terkait dengan knowledge dan skill dari para nelayan. “Harga ikan di Jakarta mahal, tetapi kenapa mereka tetap miskin, ini karena mereka enggan mencari informasi. Kalau mereka tau harga segitu pasti kehidupan mereka tidak seperti sekarang,” ujarnya.

Mantan Komisi X DPRI RI itu menyatakan selain pandai-pandai mencari informasi sebagai knowledge dasarnya, para nelayan juga harus memiliki added skill supaya penghasilannya bertambah. Added skill itu lah yang kemudian menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membina dan melatih para nelaya di setiap daerah.

“Jadi jangan bangga kita kalau mereka berhasil itu memang karena kemampuannya seperti itu kemudian kita meng-klaim bahwa kita sudah melakukan pembinaan. Tetapi kalau memang mereka dari yang tidak bisa kemudian bisa dan berhasil itu baru jadi tolok ukur kita,” ulasnya.

Aspek selanjutnya, menurut Miing yaitu modal. Aspek inilah yang menjadi fokus Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri dalam meningkatkan taraf hidup nelayan.

Masih kata Miing, aspek ini juga berkaitan erat dengan aspek pertama. Karena di sini terkait dalam manajemen pengelolaan modal. “Biasanya kita banyak melihat para nelayan atau usaha kecil itu dana buat modal dengan buat kehidupannya bercampur. Yang seharusnya itu untuk modal tapi akhirnya banyak kepakai buat keperluan lain,” selorohnya.

Apalagi adanya budaya konsumtif yang mulai menjalar ke seluruh lapisan masyarakat membuat berapa pun besarnya bantuan yang digelontorkan pemerintah habis cuma-cuma. “Terkadang nelayan kita hanya berfikir bagaimana untuk makan saja, dia tidak berfikir bagaimana meningkatkan kehidupannya dengan added skill yang ia miliki tadi, sehingga ketika dia ada pendapatan lebih itu pasti akan ditabung,” ungkap pria asal Banten itu.

Aspek terakhir menurut mantan Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P itu ialah pasar. Berkaitan dengan pasar yang menurutnya sangat penting untuk di kemanakan hasil tangkapannya itu. “Dalam usaha apa pun kita pasti berfikir siapa yang mau beli dulu. Kalau mereka tau mungkin tidak banyak lagi orang yang berjualan keliling mengangkut barang dagangan dengan berat-berat tapi pembeli tidak seberapa,” tambahnya.

Miing yang juga berpengalaman dalam berbisnis itu menjelaskan dalam berusaha ketiga aspek itu harus terpenuhi. Tidak terkecuali para nelayan sekali pun, agar mereka tidak selalu menyalahkan pemerintah.

Kendati demikian, Miing tidak menutup diri jika banyak kebijakan pemerintah terkait masalah kelautan dan perikanan banyak yang kurang tepat dan belum berjalan.

“Hal itu harus kita bicarakan dengan para ahlinya dan kita harus duduk bareng dengan mendata seluruh masalahnya,” pungkasnya.

Menjadi Dewan Pembina assosiasi yang bermotto Tumbuh Bersama Meng-Indonesiakan Indonesia itu membuat pria yang memiliki selera humor tinggi itu akan mengaplikasikan kembali seluruh pengetahuannya tentang koperasi. Ditambah pula dirinya baru akan memperpanjang kontrak sebagai Duta Koperasi Indonesia yang diminta oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Selain Miing, assosiasi yang diketuai oleh Hermawati Setyorinny itu juga menetapkan Wapres Jusuf Kalla sebagai Pelindung dan beberapa purnawirawan TNI seperti Letjen (Purn) Mar Suharto dan Marsda (Purn) Pieter Wattimena sebagai Dewan Pembinanya. (AN)

Adityo Nugroho

Redaktur Maritimnews.com Penulis Kajian Kemaritiman Indonesia

Share
Published by
Adityo Nugroho

Recent Posts

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

1 hour ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

3 hours ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

5 hours ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

18 hours ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

20 hours ago

IPC TPK Panjang Kedatangan 1.772 Empty Container

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang kedatangan container vessel MV MSC…

1 day ago