Pakar Kelautan: Tata Ruang Kelautan akan Mereposisi Peran Global NKRI

Foto: Pakar Kelautan Dr.Ir Son Diamar

 

Maritimnews, Jakarta – Pakar Kelautan Dr.Ir Son Diamar menegaskan tata ruang kelautan nasional selain untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran rakyat Indonesia, juga akan mereposisi peran global NKRI. Hal tersebut dia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Fokus Grup Diskusi yang digelar Institut Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (IK2MI) di di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta, (24/2/16).

Dalam seminar yang bertajuk “Wujudkan Tata Ruang Laut Nasional untuk Indonesia ke Depan” itu, Sondi sapaan akrabnya mengawali pembahasannya dengan mengurai prinsip penataan ruang dalam disiplin ilmunya.

“Sesuai bidang saya maka konsep dalam menata ruang itu lebih menyoal pembagian nilai kepada peranan negara, provinsi atau daerah dalam hal ini kabupaten/kota. Dalam penataan itu pula mencakup pengembangan segala nilai dalam suatu wilayah atau kawasan,” terang lulusan Teknik Perencanaan ITB tersebut.

Selanjutnya, pria berambut putih itu menjelaskan dalam pengembangan berbagai nilai seperti hukum, sosial, budaya, politik, ekonomi, lingkungan dan sebagainya itu  perlu suatu perencanaan yang matang agar visi bersama kita sebagai negara poros maritim dunia tercapai.

“Sekarang para pemangku kebijakan banyak yang membahas dengan kata ‘bagaimana’, seharusnya jauh lebih konkret dari pada kata ‘bagaimana’. Dan harus punya visi jangka panjang, 20 tahun ke depan kita mau apa,” tandasnya.

Dengan posisi yang strategis dan memiliki laut yang luas, Sondi mengungkapkan seharusnya Indonesia memiliki peran yang baik dan kondisi rakyatnya yang sejahtera. Namun, yang terjadi saat ini adalah anomali atau sebaliknya.

“Indonesia berpeluang besar menjadi pusat industri, perdagangan dan maritim global. Sudah tepat bila presiden memiliki visi poros maritim dunia,” ucapnya.

Kawasan Pemanfaatan Ruang Laut
Gambar: Kawasan Pemanfaatan Ruang Laut

Masih kata Sondi, dalam membangun poros maritim dapat diklasifikasikan ke dalam 5 kerangka dan acuan yang dimulai dari beberapa sektor kemaritiman seperti perikanan, pariwisata dan shipping sebagai pilar pertama yang lebih mencakup ekonomi maritim. Selanjutnya, pilar kedua menurutnya adalah SDM.

“Menata ruang yang mencakup ideologi, sosial, politik dan ekonomi masuk sebagai pilar ketiga. Pilar keempatnya adalah hukum atau peraturan pendukungnya dan kelima adalah pertahanan dan keamanan maritim,” ulasnya.

Jika dilihat hampir sama konsep 5 pilar pembangunan maritim yang dicanangkan oleh pemerintah dengan yang disampaikan oleh Sondi. Hanya sedikit perbedaannya dan lebih kepada muatan saja bukan substansinya.

Dengan tata ruang laut nasional yang baik, maka Sondi optimis Indonesia akan menjadi negara yang besar dan berpengaruh di dunia.”Kita punya 4 choke points terbesar di dunia. Kita bisa bikin 14 pelabuhan seperti Singapura di sini,” ujarnya dengan penuh optimis.

Semua itu kembali lagi kepada bagaimana penataan ruang kita yang bukan hanya darat saja tetapi laut menjadi yang utama. Setelah itu berhasil, maka pusat peradaban maritim di kawasan bahkan dunia menjadi hal yang mungkin atau sebuah keniscayaan.

“Karena ikan kita melilmpah, kita juga akan menjadi pusat Iptek dan industri perikanan terbesar di dunia. Tetapi mulai dari sekarang kita harus bekerja keras untuk menyusun tata ruang laut agar poros maritim menjadi kenyataan,” pungkasnya. (AN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *