Wacana Pembubaran Dekin, Son Diamar: Pemerintah tidak Konsisten dengan Visi Maritim

Pakar Maritim Son Diamar. (Foto: DokPribadi)

Maritimnews, Jakarta – Terkait wacana pembubaran Dewan Kelautan Indonesia (Dekin) oleh Kementerian Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB) mengundang respons besar bagi para konseptor maritim di negeri ini. Pasalnya, dalam visi presiden poros maritim dunia keberadaan lembaga ini masih dianggap perlu.

Pakar maritim Dr. Son Diamar pun angkat bicara soal wacana tersebut. Pria berambut putih itu mengungkapkan keheranannya terhadap sikap pemerintah khususnya Kemen PAN dan RB terkait wacana pembubaran Dekin.

“Saya heran dengan sikap pemerintah, ini semakin membuktikan visi presiden poros maritim dunia tidak dipegang teguh oleh menteri-menterinya,” ujarnya.

Sondi, biasa akrab disapa mengurai lebih lanjut bahwa jelas usulan itu menandakan tidak dimilikinya visi maritim oleh menteri terkait sehingga dia berani mencanangkan suatu kebijakan yang dianggapnya ahistoris. Mantan Deputi V UP4B itu tahu persis sejarah pendirian lembaga yang awalnya bernama Dewan Maritim Indonesia itu.

“Padahal karena lembaga ini pula ada yang namanya Departemen Kelautan, ada Undang-Undang Pelayaran, ada Undang-Undang Perikanan da nada Undang-Undang Kelautan. Memang siapa yang merumuskan itu semua? Jadi kita harus mengerti sejarah,” tandasnya.

Semangat pendirian Dekin merupakan kelanjutan visi yang termaktub dalam Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957, UNCLOS 1982 dan Benua Maritim Indonesia tahun 1996. Sondi mengaku bersama orang-orang yang memiliki visi maritim telah meng-goal-kan konsep itu dalam sebuah lembaga yang langsung dipimpin oleh presiden.

Baru pada masa kepemimpinan Presiden Abdurachman Wahid (Gus Dur), konsep lembaga ini berhasil masuk dalam numenklatur pemerintahan beserta berdirinya Departemen Eksplorasi Sumber Daya Kelautan. Laiknya masa Bung Karno dengan nama Kompartemen Maritim yang dipimpin oleh Ali Sadikin, lembaga ini membuka harapan besar bangsa Indonesia untuk menjadi negara maritim yang besar.

“Lah kok sekarang malah mau dibubarkan, lalu bagaimana dengan visi poros maritim dunia,” selorohnya dengan heran.

Memang, Sondi mengakui kalau Dekin dianggap tidak efektif dalam numenklatur pemerintahan saat ini seharusnya bukan justru dibubarkan melainkan ditinggikan peranannya. Selanjutnya, melalui lembaga ini pula presiden benar-benar memimpin itu yang namanya perjalanan kemaritiman Indonesia.

Dekin merupakan lembaga yang berfungsi sebagai forum konsultasi bagi penetapan kebijakan umum di bidang kelautan berdasarkan Kepres No. 21 tahun 2007. Anggotanya terdiri dari 14 instansi yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Perhubungan, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kapolri, KSAL, dan 27 perwakilan dari pakar, perguruan tinggi, asosiasi dunia usaha, serta LSM.

Selain Sondi, pakar kelautan seperti Sarwono Kusumaatmadja dan Christina Rantetana juga telah mengomentari sikap Kemen PAN dan RB tersebut. Mereka berkata seharusnya Men PAN dan RB melakukan rapat dengan para pakar kelautan terlebih dahulu sebelum mewacanakan pembubaran Dekin. (TAN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

8 hours ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

9 hours ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

11 hours ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

1 day ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

1 day ago

IPC TPK Panjang Kedatangan 1.772 Empty Container

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang kedatangan container vessel MV MSC…

1 day ago