Categories: EkonomiHLTerbaru

Tingkatkan Ekonomi Maritim, Menko Luhut: Kita Butuh Strategi Konkret!

Menko Luhut

MNOL, Depok – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman merangkap Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan tampil sebagai keynote speech dengan topik “Pengembangan Eksplorasi Migas Kelautan” pada Focus Grup Discusion (FGD) Konsorsium Riset Migas Kelautan di Auditorium Djokosoetono Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (7/9/2016).

Dalam pemaparannya, Luhut menyatakan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat dan berkesinambungan melalui pembangunan ekonomi maritim khususnya pengelolaan energi di laut, diperlukan suatu strategi yang konkret.

“Kinerja tim ekonomi patut diapresiasi, karena ekonomi Indonesia tumbuh makin cepat, ini adalah langkah baik di tahun 2016, walaupun ekspor mengalami tekanan karena lemahnya permintaan global,” terang Luhut di hadapan peserta FGD.

Lebih lanjut, dia mengutarakan Kementerian ESDM kini telah berupaya untuk menjaga kepercayaan investor. Hal itu juga sejalan dengan visi Bank Indonesia yang akan menurunkan suku bunga sehingga kepercayaan investor juga semakin membaik.

Purnawirawan Korps Baret Merah itu juga menambahkan, Indonesia memiliki sektor maritim yang luar biasa dan super kaya. Namun sayangnya belum memiliki strategi yang jelas.

Oleh karena itu, Luhut berpendapat, pertemuan FGD ini penting. Dan strategi yang dirancang juga harus memiliki target waktu agar rumusan ini berguna dan terarah.

“Tantangannya pun semakin besar ditambah kita tidak punya strategi untuk mengelola itu. Maka dari itu saya minta FGD ini untuk mempersiapkan strategi tersebut per periode,” tegasnya.

Luhut optimistis, dari 2 sektor, yakni pariwisata dan laut dirasa akan lebih cepat dirasakan hasilnya.

“Salah satu target dari pengelolaan laut adalah meningkatkan devisa negara dari Rp120 menjadi Rp260 triliun dan akan terus dilakuakan evaluasi agar meningkat terus hasilnya,” paparnya.

Hal ini perlu dilakukan karena perkiraan produksi minyak bumi menurun, dan berharap akan menemukan cadangan minyak dan gas di Indonesia dengan meningkatkan ekplorasi.

“Indonesia juga masih memiliki cadangan migas yang cukup sebesar. Jumlahnya sekitar  85 persen di mana 75 persennya terletak di dalam laut,” pungkas Luhut. (Tan)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Survey Membuktikan! Kepuasan Pelanggan Pelindo Meningkat

Jakarta (Maritimnews) - Mengacu hasil survey tingkat kepuasan para pelanggan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) oleh…

8 hours ago

IPC TPK Terima Delegasi Bisnis USA dan Infrastruktur Estonia

Jakarta (Maritimnews) – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membuka ruang pertukaran informasi, pengalaman, dan…

1 day ago

Kepedulian Sosial Kopkar TPK Koja di Yayasan Cinta Saudara

Jakarta (Maritimnews) - Kepedulian terhadap anak yatim piatu merupakan kewajiban sosial dan agama untuk melindungi…

1 day ago

FSP BUMN Bersatu Berduka cita Atas Musibah Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Jakarta (Maritimnews) - Keluarga Besar Federasi Serikat Pekerja (FSP BUMN Bersatu) berdukacita atas kejadian tabrakan…

3 days ago

Konsolidasi Kekuatan Nasional, ABUPI Perkuat Kolaborasi Jasa Kepelabuhanan

Jakarta (Maritimnews) - Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada…

5 days ago

Abu Dhabi Ports Group Lirik MNP

Makassar (Maritimnews) - Peluang kolaborasi internasional di sektor kepelabuhanan dan kawasan industri semakin terbuka setelah…

1 week ago