Dengan Nasionalisme, Menteri Susi dan GMNI Concern terhadap Penegakan Hukum di Laut

Menteri KP, Susi Pudjiastuti dalam diskusi bertajuk Stadium Generale “Menjadi Nasionalis”, Menyelami Nasionalisme dari Kedaulautan Laut yang di adakan di Ruang Sekip University Club, Kampus Universitas Gajah Mada

MNOL, Yogyakarta – Dalam kegiatan diskusi yang diadakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Kampus UGM, Yogyakarta (8/10/16), membahas soal kemajuan penegakan hukum laut beserta peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sebagai pembicara utama meyakini bahwa nasionalisme harus lahir dalam setiap kebijakan perundang-undangan Republik Indonesia.

Susi sangat mengapresiasi Undang-Undang Perikanan, yang mengatakan bahwa kapal asing yang masuk perairan Indonesia tanpa izin, akan ditenggelamkan. Menurutnya, hal itu sebagai wujud penegakan kedaulatan di laut dengan memberikan efek gentar bagi kapal-kapal asing beroperasi mengambil ikan kita.

“Jadi saya ambil ownership, ini sebagai konsensus nasional, semua kapal yang ditangkap, hanya satu konsekwensinya yakni ditenggelamkan,” ujar Susi.

Hasil penelitian, dari pemberantasan illegal fishing yang telah dilakukan, biomassa ikan meningkat. Ini kesempatan bagi nelayan melaut dalam menentukan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) masing-masing.

“Untuk kebutuhan nelayan, KKP akan permudah semuanya,” ungkap Susi.

“Namun demikian, setelah laut Indonesia bebas dari kapal-kapal asing, tetap saja ada pihak-pihak yang ingin kapal asing masuk kembali ke perairan. Itu kedaulatan mereka dimana?” seloroh Susi dalam pemaparan diskusi.

Kedaulatan politik seharusnya dibarengi dengan kedaulatan ekonomi. Kedaulatan politik dalam proses pembuatan kebijakan maka menjadi cerminan kondisi sosial-ekonomi rakyat Indonesia, dan UUD 1945 sebagai bintang penuntunnya.

Terkait itu, Susi berhasil mendobrak pemikiran untuk memberdayakan masyarakat nelayan dan menegakkan fondasi kebijakan yang bersumber kepada amanah rakyat Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Susi menjelaskan akan memperkuat pengawasan terkait penyelundupan yang dilakukan melalui laut. Dari beberapa kasus yang terjadi, penyelundupan ternyata menjadi salah satu indikator yang dapat melemahkan pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan.

Pemakaian Jaket GMNI kepada Menteri Susi

“Dulu GAM (Gerakan Aceh Merdeka- red) mendapat senjata dari kapal ikan Filipina. Sekarang kita juga concern ke pengawasan penyelundupan,” tambahnya.

Upaya yang sama juga dilakukan oleh Susi dengan meningkatkan kesadaran global melalui penyelenggaraan kegiatan the 2nd International Symposium on Fisheries Crime (Fish CRIME) pada tanggal 9-11 Oktober 2016 ini di Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta.
Pada akhir kegiatan, dilakukan penyematan jas kebanggaan GMNI kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Hal tersebut menandakan bahwa Susi sebagai simbol pergerakan dan kawan seperjuangan GMNI dalam melawan hegemoni asing yang mengeksplorasi kekayaan laut di perairan Indonesia. (Trd/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

View Comments

  • hal yang belum pern dibenahi di KKP adalah rantai pasok produksi. Selama rantai pasok tidak bisa dibenahi pasti bisnis proses usaha perikanan tidak bisa ditelusuri dengan baik. Akibatnya angka produksi perikanan tidak bisa diyakini validitasnya....
    Tidak adanya pengetahuan tuntas Bisnis proses usaha inilah yg menyebabkan sulit mengembangan usaha perikanan....

    • Siaaap Bapak...kami tampung masukannya... Berharap pejabat KKP akan merespons kritikan Bapak

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

FSP BUMN Bersatu: Kasus 6 Karyawan PT APBS, Bentuk Kriminalisasi Kejaksaan

Surabaya (Maritimnews) - Tidak ada bukti selama persidangan adanya aliran Dana ke enam Karyawan PT…

36 minutes ago

Pilihan Prioritas Pembangunan Dry Port di Provinsi Jawa Tengah

oleh: Dr Dayan Hakim NS, Dosen Tetap Program MM Universitas Jayabaya Dry port (atau pelabuhan…

5 hours ago

Kawasan Industri dan Hilirisasi, Harapan Pelabuhan di Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - Peran pelabuhan laut sebagai pintu gerbang perdagangan dan perekonomian, membutuhkan keberadaan…

9 hours ago

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

1 week ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

1 week ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

2 weeks ago