Ini Catatan Akhir tahun Kemaritiman Versi APMI

Foto Bersama para anggota APMI

MNOL, Jakarta – Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) mencatat perjalanan kemaritiman Indonesia terkait beberapa segmen yang menyangkut plus minus dalam pencapaiannya. Hal itu disampaikan oleh Sekjen APMI Ahlan Zulfakhri kepada maritimnews beberapa waktu lalu.

Menurutnya, perjalanan kemaritiman Indonesia mencapai usia 2 tahun dalam era Pemerintahan Joko Widodo ini banyak agenda yang tengah dilaksanakan, namun juga banyak evaluasi yang terjadi.

Sejak dikumandangkannya visi poros maritim dunia oleh presiden, geliat pembangunan kemaritiman senantiasa terus terjadi. Namun sayangnya menjadi bagian dari kekuatan maritim dunia tidak semudah membalikan telapak tangan.

“Masih banyak evaluasi yang perlu dibenahi di tahun mendatang,” ujar Ahlan.

Kecelakaan Kapal

Dalam kajian yang dilakukan oleh tim APMI sepanjang tahun 2016 telah terjadi 439 kecelakaan kapal. Tentunya ini menjadi sorotan penting yang perlu diperhatikan pemerintah mengingat bahwa kecelakaan kapal merupakan insiden yang dapat mencoreng nama Indonesia di mata dunia.

Hal tersebut menjadi evaluasi seluruh instansi terkait yang berhubungan dengan kelayakan dan kelaikan laut. Dari 439 kecelakaan terdiri dari 161 tengelam 51 terbakar dan 56 terbalik. Menyoroti hal ini pemerintah perlu mengambil tindakan tegas ke depan agar tingkat kecelakaan kapal semakin menurun.

“Perlu dilaksanakan segera konsolidasi dalam tubuh pemerintah untuk dapat menekan angka kecelakaan kapal yang kerap terjadi di Indonesia,” tandas Ahlan.

Lulusan Perkapalan Undip ini menilai Kementerian Perhubungan khususnya Ditjen Perhubungan Laut perlu segera mengambil tindakan serta mengeluarkan kebijakan strategis untuk dapat menggulangi permasalahan kecelakaan kapal.

Pasca tertangkapnya oknum pungli Kemenhub tahun ini harapan besar reformasi birokrasi ditubuh kemenhub dapat berjalan dengan optimal. Dalam hal ini Kemenhub merupakan ujung tombak untuk dapat menekan angka kecelakaan kapal.

Perikanan dan Kelautan

Kementerian Perikanan dan Kelautan merupakan kementerian yang dinilai cukup progresif bahkan sampai dua tahun berjalannya visi kemaritiman nasional KKP yang dipimpin oleh Susi merupakan kementerian ujung tombak dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia.

Upaya melakukan kontestasi penembakan kapal dan pencegahan IUU fishing merupakan salah satu kebijakan yang cukup efektif untuk dapat menekan angka pencurian ikan di laut Indonesia. Ditambah dengan berhasilnya menengelamkan MV Viking yang merupakan kapal raksasa yang kerap melakukan pencurian ikan di negara yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar.

“Upaya memagari laut Indonesia berjalan cukup efektif dengan kebijakan yang dilakukan. Namun, sayangnya upaya untuk mengeksplor perekonomian dari laut masih belum optimal,” terang Ahlan.

Hal tersebut dilihat dari upaya pengadaan kapal yang pada tahun ini ditargetkan 3540 kapal, namun hanya tercapai  1.917 unit. Dalam keterangan pers yang disampaikan oleh KKP melalui Dirjen Perikanan Tangkap hal tersebut diakibatkan terbatasnya koperasi yang siap menjadi penyalur kapal bantuan tersebut, karena KKP memilih koperasi untuk menyalurkan bantuan ini agar lebih tepat sasaran.

Ahlan mengutarakan tentunya hal ini menjadi salah satu koreksi KKP yang saat ini dipimpin oleh seorang Doktor, pasca Susi menerima Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. “Ke depan KKP perlu melakukan konsolidasi strategis agar kejadian serupa tidak terulang pada tahun mendatang,” ungkapnya.

Keamanan Laut

Dalam bidang keamanan nampaknya indonesia masih perlu banyak berbenah. Pasalnya keamanan merupakan salah satu parameter Indonesia dapat menjadi salah satu kekuatan maritim dunia.

Jika mengacu pada struktur organisasi kemaritiman dunia di beberapa Negara dalam sistem pertahanan dan keamanan laut terbagi menjadi dua. Yakni pertahanan yang dikomandoi oleh Angkatan Laut dalam hal ini adalah militer, kemudian yang kedua adalah keamanan laut yang dikomandoi oleh Sea and Coast Guard yang diartikan sebagai penjaga kemanan laut dan pantai jika diterjemahkan merupakan kapal Negara non militer.

APMI melihat jika konstruksi keamanan laut saat ini perlu dipertegas agar Indonesia dapat menjadi salah satu negara yang cukup diperhitungkan dalam upaya menjaga keamanan laut. Hal tersebut sebagai sebuah upaya Indonesia mempertegas bahwa iklim kemanan laut Indonesia cukup kondusif.

“Jika dilihat saat ini instansi yang cukup memiliki peran strategis untuk melakukan hal tersebut adalah Bakamla. Meskipun beberapa waktu lalu Bakamla baru ngalami musibah dengan kasus OTT KPK yang jerat pejabatnya,” tegas Ahlan.

Namun, dalam upaya mempertegas Indonesia sebagai negara yang memiliki struktur keamanan laut yang cukup mumpuni, seluruh elemen harus dapat mendukung Bakamla agar dapat mengoptimalkan fungsinya. Tidak mudah memang untuk instansi baru kemudian mendapatkan kewenangan yang cukup besar, karena hal tersebut berhubungan dengan anggaran yang akan digunakan.

Namun, perlu diingat bahwa indonesia menjadi kekuatan maritim dunia merupakan cita-cita sosial yang perlu dipertegas. “Untuk itu perlunya menurunkan ego dari masing-masing lembaga agar dapat mewujudkan cita-cita sosial Indonesia menjadi bagian dari kekuatan maritim dunia,” pungkas Ahlan. (Tan/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

FSP BUMN Bersatu Berduka cita Atas Musibah Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Jakarta (Maritimnews) - Keluarga Besar Federasi Serikat Pekerja (FSP BUMN Bersatu) berdukacita atas kejadian tabrakan…

15 hours ago

Konsolidasi Kekuatan Nasional, ABUPI Perkuat Kolaborasi Jasa Kepelabuhanan

Jakarta (Maritimnews) - Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada…

3 days ago

Abu Dhabi Ports Group Lirik MNP

Makassar (Maritimnews) - Peluang kolaborasi internasional di sektor kepelabuhanan dan kawasan industri semakin terbuka setelah…

7 days ago

Bank Mandiri Siap Dukung Infrastruktur Pelindo di Indonesia Timur

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkuat sinergi…

1 week ago

Triwulan I 2026, IPC TPK Panjang Tumbuh 2,06%

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) area Panjang berhasil menjaga produktivitas…

1 week ago

Pelindo Konsisten Jaga Kelestarian Lingkungan Laut

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…

1 week ago