
MN, Jakarta – Hari raya Idul Fitri Idul Fitri tahun ini hanya tinggal beberapa hari lagi. Jumlah peserta mudik juga sudah terlihat semakin meningkat dibanding beberapa hari ke belakang baik di darat, laut , maupun udara.
Khusus untuk transportasi laut, sudah terlihat peningkatan yang signifikan dibandingkan beberapa hari ke belakang. Seperti yang disampaikan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) misalnya, jumlah penumpang penyeberangan selama musim mudik Lebaran 2017diperkirakan mencapai 4,95 juta orang, yang tersebar di tujuh lintasan penyeberangan utama yang dipantau secara nasional, yaitu Merak-Bakaheuni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Panajam-Kariangau, Bajoe-Kolaka, dan Tanjung Siapi-api
Merujuk pada data tersebut, diperkirakan jumlah penumpang penyeberangan mudik tahun ini meningkat sebesar 4% dibanding tahun 2016. Pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua meningkat menjadi 443.666 unit dari sebelumnya 416.954 tahun 2016 atau naik sebesar 6,5%, sedangkan pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat atau lebih diperkirakan mencapai 660.407 unit atau naik 6,3% bila dibandingkan tahun 2016 yang lalu sebesar 628.002 unit.
Selain ASDP, PT. PELNI sebagai operator kapal penumpang juga melakukan beberapa langkah antisipasi lonjakan penumpang pada mudik tahun ini. Strategi yag dilakukan oleh PELNI adalah dengan melakukan rerouting atau perubahan rute kapal. Perubahan kapal yang dimaksud adalah dengan mengubah trayek sebuah kapal untuk membantu trayek lain yang mengalami kepadatan penumpang.
Kementrian perhubungan (kemenhub) sebagai regulator memperkirakan jumlah pemudik yang menggunakan kapal laut di tahun ini tercatat 1,72 juta orang atau meningkat 2,99 persen dibanding tahun sebelumnya 1,67 juta penumpang.
Menyikapi informasi tersebut, PB HMI turut memberikan tanggapan. Melalui Ketua PB HMI Bidang Agraria dan Maritim, Mahyudin Rumata, PB HMI memberikan catatan sebagai berikut :
- ASDP tidak hanya fokus di beberapa titik saja karenaIndonesia itu luas dan persebaran pemudik ada di mana-mana.
- ASDP maupun PELNI wajibmengutamakan pelayanan dan keselamatan penumpang dibanding mengejar keuntungan.
- Kapal-kapal milik PT. PELNI merupakan kapalyang sudah berusia tua dan rata – rata sudah beroperasi di atas 10 tahun. Ini tidak baik untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang.
- Harga tiket kapal PELNI dengan rute terjauh kelas ekonomi, seperti Pelabuhan Tanjung Priuk- Pelabuhan YosSudarso atau Pelabuhan Ahmad Yani) dari zaman dahulu hingga kini tetap berkisar 600 ribu hingga 700 ribu perorang. Harga ini tergolong mahal, karena bila harga tiket sebesar 700 ribu tersebut ditambah dengan biaya hidup di atas kapal selama lima hari perjalanan, sudah melebihi harga tiket pesawat dengan rute yang sama.
Lebih lanjut, Mahyudin menjelaskan sebagai bentuk tanggungjawab sosial dan pengabdian terhadap masyarakat, PB HMI Bidang Maritim membuka layanan pengaduan mudik melalui sms ke no. 082111 899938.
Anugrah/MN






