
MN – Surabaya – PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III melalui salah satu anak usahanya, PT. Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) atau BJTI Port, melakukan kerja sama dengan salah satu anak usaha PT. Pertamina (Persero), PT. Pertamina Patra Niaga. Kerja sama antar anak usaha kedua BUMN tersebut tertuang dalam perjanjian pendahuluan pengembangan bisnis.
Direktur Utama BJTI Port Putut Sri Muljanto dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Gandhi Sriwidodo hadir menandatangani perjanjian kerja sama tersebut pada Rabu (21/6) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta.
Pada kesempatan yang sama, Pelindo III juga menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga dan PT Indonesia Bulk Terminal (IBT) dalam hal pengembangan Pelabuhan Umum Mekar Putih di Kalimantan Selatan. Perjanjian dalam bentuk Memorandum of Collaboration (MoC) ini ditandatangani oleh Direktur Utama Pelindo III IG.N Askhara Danadiputra, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Gandhi Sriwododo dan Presiden Direktur IBT Ng Kirh Chien.
Deputi Bidang Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah turut hadir menyaksikan penandatanganan kedua perjanjian tersebut dengan didampingi oleh para pejabat Kementerian BUMN baik di level struktural maupun fungsional, sejumlah direksi BUMN, anak perusahaan BUMN dan swasta.
Edwin Hidayat mengatakan dalam sambutannya bahwa kerja sama tiga perusahaan tersebut merupakan cerminan harmonisasi yang baik antara dua BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan maupun energi dengan menggandeng perusahaan swasta.
“Salah satu capaian dalam mewujudkan roadmap BUMN ditempuh melalui sinergi antar-BUMN,” ungkap Edwin. Ia berharap model kerja sama demikian dapat dikembangkan secara berkesinambungan sehingga mampu meningkatkan daya saing BUMN di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, IG.N Askhara Danadiputra mengungkapkan rasa syukurnya bahwa kerja sama tripartit dengan Pertamina Patra Niaga dan IBT akhirnya bisa terwujud mengingat proses yang telah berlangsung cukup lama yakni sejak tahun 2012.
“Ketika itu, Pelindo III baru menjalin kerja sama dengan IBT dalam hal pembangunan, pengembangan dan penyelenggaraan pelabuhan umum batubara Mekar Putih di Kalimantan Selatan. Potensi dari kerjasama di Pelabuhan Mekar Putih sangat besar untuk ketahanan energi nasional karena posisi strategisnya yang berada di tengah-tengah wilayah Indonesia,” kata Ari Askhara.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama antar kedua anak perusahaan BUMN dan perusahaan swasta, seperti IBT yang bergerak di bidang pengelolaan bongkar muat curah kering, akan memberi dampak positif bagi perekonomian nasional. “Ini salah satu model kerjasama antara BUMN dan swasta dalam berkontribusi pada pembangunan,” tutur Askhara.
Selain itu, kerjasama lain Pelindo III Group dengan Pertamina Group adalah terkait dengan penyediaan kebutuhan bahan bakar/BBM bagi kapal-kapal yang berada di pelabuhan wilayah kerja Pelindo III.
“Selama ini paket pelayanan terpadu jasa kapal di pelabuhan belum termasuk pelayanan jasa bunker BBM. Atas hal tersebut kami akan membangun sinergi antar BUMN/anak perusahaan BUMN untuk melengkapi pelayanan jasa kapal di pelabuhan. Nilai potensi bisnis pelayanan BBM kapal diperkirakan mencapai Rp 3 triliun. Pelindo III memiliki asset tanah yang sangat strategis untuk dikembangkan bisnis terminal curah cair di pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Emas Semarang, dan Pelabuhan Banjarmasin yang akan dijajaki untuk dibangun fasilitas tank storage bersama Pertamina Patra Niaga,” tutur Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat.
“Pelindo III juga memiliki asset di Pelabuhan Gresik yang saat ini dipergunakan oleh PT PLN yang dapat dioptimalkan pemanfaatannya dalam bingkai kerjasama 3 BUMN yaitu Pelindo III, Pertamina, dan PLN atau oleh masing-masing anak perusahaannya. Guna merealisasikan hal tersebut diperlukan dukungan langsung dari Kementerian BUMN,” pungkasnya.
Anugrah/MN






