Indonesia, Malaysia, dan Singapura Bahas Peningkatan Kualitas ENC Selat Malaka dan Singapura

Foto bersama para delegasi Intersessional Malacca – Singapore Strait Electronic Navigational Chart (MSS – ENC) Meeting.

MN, Jakarta – Dewasa ini Asia Timur telah menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia karena pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di wilayah tersebut. Salah satu jalur pelayaran yang menjadi lalu lintas pelayaran internasional adalah Selat Malaka dan Selat Singapura. Kedua selat ini merupakan termasuk selat tersibuk, di mana ±80 ribu kapal melewati wilayah tersebut setiap tahunnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mewakili Indonesia bersama dua negara pantai yaitu Malaysia dan Singapura menggelar  Intersessional Malacca – Singapore Strait Electronic Navigational Chart (MSS – ENC) Meeting di Mako Pushidrosal, Ancol timur, Jakarta Utara, Senin (24/7).

Kegiatan Intersessional Malacca – Singapore Strait Electronic Navigational Chart (MSS – ENC) Meeting tersebut dilaksanakan dari tanggal 24 s.d  26 Juli 2017. Pushidrosal menjadi tuan rumah pada kegiatan tersebut dan Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro ditunjuk menjadi chairman yang memimpin jalannya pertemuan.

Dalam sambutannya, Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro selaku tuan rumah mengharapkan agar pertemuan ini dapat menghasilkan keputusan yang dapat meningkatkan standar kualitas data dan informasi pada MSS ENC sehingga dapat memenuhi kebutuhan para pelaut untuk dapat berlayar dengan aman saat berlayar di Selat Malaka dan Selat Singapura. Disamping itu,  Kapushidrosal mengharapkan kerjasama dalam produksi dan distribusi MSS ENC dapat terus dilaksanakan dengan tetap memperhitungkan aspek keselamatan bernavigasi dan keamanan Negara.

Menurut Kapushidrosal, Peran lembaga hidrografi negara pantai adalah sebagai penyedia peta laut dan Electronic Navigational Chart (ENC)  yang sangat diperlukan di wilayah ini. Indonesia beserta Malaysia dan Singapura yang berada di wilayah perairan tersebut memiliki kewajiban untuk memberikan jaminan keselamatan bernavigasi bagi kapal-kapal yang berlayar melewati kedua selat tersebut dengan menyediakan peta laut dan ENC yang selalu diperbaharui.

Kegiatan diawali kegiatan kunjungan ke Hydrographic Data Center (HDC), Dinas Pemetaan (Dispeta)  serta  Dinas Produksi  dan Distribusi (Disprodisi), kemudian dilanjutkan meeting yang diawali welcome speech dan presentasi dari semua delegasi. Pada kesempatan tersebut delegasi Indonesia menyampaikan tentang perlunya updating ENC dengan memperhatikan Category  Zone of Confident dan kesiapan Indonesia dalam hal ini Pushidrosal sebagai koordinator MSS ENC.

Dalam Pertemuan tersebut seluruh delegasi sepakat perlunya meningkatkan kualitas data MSS ENC agar pelaut/user lebih percaya diri menggunakan cell MSS ENC untuk ECDISnya. Kedua, perlunya strategi pengembangan dan pembangunan MSS ENC melalui pemutakhiran data hidro-oseanografi melalui kegiatan survei dan pemetaan, rescheming cell ENC, penyebutan CATZOC pada MSS ENC (menghilangkan CATZOC U), dan ketiga perlunya mengkaji ulang agreement MSS ENC yang disesuaikan dengan perkembangan situasi saat ini, salah satunya dengan membentuk permanent chairman dengan periode tertentu dan koordinator MSS ENC secara bergantian (3 negara).

Pada pertemuan ini disampaikan usulan Pushidrosal yang memberikan banyak masukan untuk menjadi chairman namun hal tersebut harus ditetapkan pada MSS ENC Steering Committee yang akan dilaksanakan di Beijing pada Februari 2018.

Kerjasama dalam pembuatan Malacca-Singapore Strait Electronic Navigational Chart antara Pushidrosal (Indonesia),  Pusat Hidrografi Nasional (Malaysia), Maritime Port Authority (Singapura), serta Japan Hydrographic Assosiation (JHA) sebagai distributor MSS ENC, telah lama dilaksanakan untuk dapat memenuhi kebutuhan para pelaut atas jaminan keselamatan pelayaran di perairan Selat Singapura dan Selat Malaka

Pertemuan Intersessional MSS ENC tahun 2017 ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pertemuan ke-10 Mallaca Singapore Straits (MSS) Electronic Navigational Chart (ENC) Steering Committee (SC) di Jepang. Berdasarkan hasil dari pertemuan tersebut diperoleh laporan terkait peningkatan penjualan produk ENC di perairan Selat Malaka dan Singapura apabila dibandingkan dengan hasil penjualan 2015 yang artinya bahwa kebutuhan akan ENC di alur pelayaran terpadat di dunia semakin meningkat seiring dengan adanya ketentuan dari International Maritime Organization (IMO) bagi kapal-kapal dengan bobot tertentu pada Juli 2018 harus telah menggunakan  Electronic Charts Display and Information System (ECDIS).

Untuk menyikapi hal tersebut perlu adanya peningkatan kualitas data dan informasi terkini terhadap MSS ENC, sehingga akan terjamin keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan hidup di perairan Selat Malaka dan Singapura .

Anugrah/MN

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

4 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

6 days ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

7 days ago

Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP di Teluk Bayur

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…

1 week ago

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…

1 week ago

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

1 week ago