Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. menerima kunjungan Director of Policy and Planning Naval Intelligence Department, The Royal Thai Navy (RTN), Rear Admiral (RADM) Aphicat Punyakittiwat di Ruang Tamu Kepala Bakamla RI, Kantor Pusat Bakamla RI, Jl. Dr. Sutomo No. 11, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2017).
MN, Jakarta – Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. menerima kunjungan Director of Policy and Planning Naval Intelligence Department, The Royal Thai Navy (RTN), Rear Admiral (RADM) Aphicat Punyakittiwat di Ruang Tamu Kepala Bakamla RI, Kantor Pusat Bakamla RI, Jl. Dr. Sutomo No. 11, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2017).
Kunjungan silaturahmi ini sebagai bentuk hubungan baik antar instansi di negara tetangga. RADM Punyakittiwat menyampaikan rencana pimpinan tinggi RTN untuk melanjutkan kerja sama yang lebih kompleks di bidang maritim dengan Bakamla RI. Hal ini disambut baik oleh Kepala Bakamla RI dan siap menunggu tim teknis dari RTN untuk membicarakan poin kerja sama secara mendetail.
Pertukaran informasi seputar isu maritim yang baru terjadi juga menjadi perbincangan hangat dalam pertemuan ini, diantaranya operasi yang dilakukan Bakamla RI, patroli yang dilakukan oleh RTN, dan perkembangan kebijakan undang-undang yang terjadi di masing-masing instansi.
Turut mendampingi Kepala Bakamla RI dalam pertemuan ini yaitu Direktur Latihan Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si. (Han). dan Kasubdit Kerja Sama Luar Negeri Satya Pratama, S.Sos., M.Sc.
Anugrah/MN
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…