Categories: HLTerbaruTNI AL

Berantas Narkoba, Wakasal: TNI AL terus berkomitmen Menjaga Sinergitas dengan Stakeholder

Wakasal bersama menteri susi dan kepala bakamla

MN, Jakarta –  TNI AL akan terus bekerja keras dalam menjaga wilayah perairan Republik Indonesia dari berbagai macam ancaman. Tentunya dengan terus menjaga sinergitas kepada seluruh stakeholder yang memiliki tugas dan kewenangan dalam melakukan pemberantasan kejahatan transnasional di Laut.

Hal itu disampaikan oleh Wakasal Laksdya TNI Achmad Taufieqorrachman di Gedung Mina Bahari Lantai 6, Jalan Merdeka Timur, No. 6, Gambir, Jakarta Pusat, (12/2).

“Seperti yang kita ketahui bersama, TNI AL baru baru ini berhasil menggagalkan penyelundupan 1 ton lebih sabu dari kapal asing yang bernama MV Sunrise Glory yang menyamar sebagai kapal penangkap ikan,” ujar Wakasal usai mendampingi Menteri Susi dalam pemaparan terkait upaya pemerintah agar pengguna kapal cantrang dapat kembali melaut.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Satgas 115 illegal fishing, keberhasilan tersebut merupakan hasil jerih payah dari berbagai stakeholder terkait, karena TNI AL tidak bisa sendirian dalam melakukan penindakan tersebut.

“Karena sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, khususnya soal Narkoba ini, TNI hanya membatu BNN. BNN kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut pasca ditemukannya kapal bermuatan barang haram tersebut. Selain itu juga kami akan terus berpatroli bersama dengan KKP, Polri dan Bakamla,” tandas Taufiq biasa akrab disapa.

Dalam penangkapan kapal penyelundup ini, ditemukan berbagai macam bendera yakni Taiwan, Singapura dan Malaysia. Uniknya, kapal ini juga menyertakan dokumen palsu dalam melancarkan aksi kejahatannya dengan menyamar sebagai kapal penangkap ikan.

“Padahal sudah jelas bahwa Kapal Penangkap Ikan Asing dilarang keras beroperasi di wilayah kita,” ujar pria asal Sukabumi tersebut.

“Pak Jokowi juga saat ini pun memberikan concern terhadap pemberantasan penyelundupan narkoba melalui jalur perairan. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama antar berbagai pihak agar terus berpatroli mengawasi perbatasan kita. Karena pada dasarnya laut ini tidak bisa dipagari, tapi bisa dikendalikan melalui komitmen bersama dalam menjaga keamanan maritim di wilayah Republik Indonesia,” tandasnya lagi.

Ancaman kejahatan transnasional memang semakin mengkhawatirkan di perairan kita, sebab kejahatan tersebut bisa diwarnai dan ditunggangi berbagai motif. seperti kapal penyelundup narkoba yang menyamar sebagai kapal penangkap ikan.

Setelah digeledah tidak ada bau amis yang menandakan kapal tersebut merupakan kapal penangkap ikan dan alat tangkapnya masih utuh.

“Ini sebuah kamuflase yang harus diwaspadai oleh kita bersama. Dan kedepannya kita akan terus berpatroli  dengan menggerakan pesawat udara hingga menyiagakan kapal guna mengawasi gerak-gerik kapal asing yang melewati wilayah kedaulatan kita,” pungkasnya.

Ardinanda Sinulingga

Analis di sejumlah lembaga kajian bidang pertahanan dan kemaritiman. Saat ini sedang menyelesaikan program pascasarjana bidang maritime security di Universitas Pertahanan. akun twitter @ardinanda

Share
Published by
Ardinanda Sinulingga

Recent Posts

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

4 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

7 days ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

1 week ago

Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP di Teluk Bayur

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…

1 week ago

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…

1 week ago

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

1 week ago