Talk show di JIEX Kemayoran Jakarta
MN, Jakarta – Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) meminta Pemerintah agar memberi ruang relaksasi terkait kewajiban penggunaan bahan bakar biodiesel 20% atau B 20 yang dinilai industri pelayaran, sosialisasi bahan bakar tersebut sangat pendek.
“INSA mendukung penerapan penggunaan B 20 yang akan berefek menekan impor bahan bakar Solar, namun mengingat mandatori perluasaan penggunaannya 1 September 2018 maka kami butuh waktu,” jelas Sekum DPP INSA, Budhi Halim saat talk show bertema ‘Tantangan dan Peluang Penggunaan Bahan Bakar B20 bagi Industri Pelayaran’ di JIEXPO Kemayoran Jakarta, Rabu (31/10).
Menurut Budhi, relaksasi penggunaan B 20 dibutuhkan sampai dengan proses kajian teknis B 20 yang diikuti marine used, antara lain ASTM (American Society for Testing and Materials), JIS (Japanese Industrial Standard), API (American Petroleum Institute) ataupun SNI (Standar Nasional Indonesia).
INSA juga berharap adanya pemberian insentif dari Pemerintah kepada industri pelayaran nasional. Sebab, terdapat beberapa penyesuaian yang harus dilakukan para pemilik kapal (pelayaran) untuk beralih ke bahan bakar Biodiesel 20%.
Seperti diketahui, perluasan penggunaan B 20 untuk sektor transportasi telah ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 66 tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Perpres No. 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit.
Kemudian diikuti Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 tahun 2018 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dalam Rangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…