Pembacaan tujuh poin deklarasi keselamatan pelayaran.
Mitigasi, Surabaya – PT Dharma Lautan Utama (PT. DLU) terus melakukan peningkatan keselamatan pelayaran kepada para penumpang moda transportasi laut yang ada di negeri ini. Bersama beberapa pemangku kepentingan lain di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya seperti Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak, Pelindo III, Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak, serta beberapa institusi lainnya, PT DLU mengadakan sosialisasi keselamatan pelayaran di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Rabu (12/12).
Dikemas dengan format kegiatan nonformal, PT DLU menampilkan edukasi keselamatan pelayaran melalui fragmen-fragmen drama, seperti pada fragmen dengan tema “Pentingnya memiliki tiket resmi selama perjalanan.”
Dalam fragmen berdurasi empat menit tersebut, PT DLU ingin menyampaikan kepada para penumpang tentang berbagai keuntungan apabila memiliki tiket resmi. Diantara keuntungan tersebut adalah tersedianya asuransi apabila kapal mengalami kecelakaan, serta kepastian masuknya penumpang ke dalam manifes perjalanan kapal yang ditumpanginya.
“Selain asuransi, penumpang akan jauh lebih terdata dengan memiliki tiket resmi yang dapat dibeli di agen-agen tiket,” ujar Direktur Utama PT DLU, Erwin H. Poedjono.
Lebih lanjut, ia menerangkan alasan PT. DLU membuat sosialiasi kali ini lebih terkesan santai, jauh dari kesan formal, serta dengan pendekatan yang lebih dinamis, yang ditujukan agar para penumpang lebih cepat memahami setiap informasi yang disampaikan dalam sosialisasi kali ini.
“Dalam sosialisasi keselamatan pelayaran kali ini, PT DLU membuat kegiatan yang jauh dari kesan formal. “Supaya para penumpang juga jauh lebih cepat menyerap informasi yang ingin kami sampaikan,” tambahnya.
Sebagai salah operator yang telah lama berkecimpung di dalam industri pelayaran Indonesia, PT DLU mengharapkan kerja sama dari pihak regulator maupun fasilitator untuk berkomitmen terhadap keselamatan pelayaran. Sesuai dengan moto keselamatan nasional kita yang berbunyi ‘Keselamatan Pelayaran Adalah Tanggung Jawab Bersama’, diharapkan para pemangku kepentingan di industri ini, harus secara rutin melakukan edukasi kepada masyarakat.
“Ini tugas kita bersama untuk memastikan para penumpang selamat sampai kota tujuan. Selain kerja sama dari stakeholder langsung, kami juga melihat dari stakeholder tidak langsung, seperti laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta situasi galangan kapal,” ungkapnya.
Pada kegiatan sosialisasi tersebut, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Hernadi Tri Cahyanto menyebutkan jika penanganan muatan apabila terjadi over dimension dan over load juga menjadi poin penting dalam keselamatan pelayaran.
“Apalagi tentang penanganan barang-barang berbahaya. Hal-hal itulah yang akhirnya mendasari sosialisasi seperti ini terus diadakan,” ucapnya.
Di akhir sosialisasi, pihak operator, regulator, dan fasilitator bersama-sama melakukan pembacaan deklarasi keselamatan pelayaran sebagai komitmen untuk menomorsatukan keselamatan, yang dibalut dengan moto ‘Budayakan Keselamatan dan Cintai Keselamatan’.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 nanti, PT DLU juga akan mengadakan sosialisasi serupa di Semarang, Merak, dan Balikpapan.
Jakarta (Maritimnews) - Keluarga Besar Federasi Serikat Pekerja (FSP BUMN Bersatu) berdukacita atas kejadian tabrakan…
Jakarta (Maritimnews) - Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada…
Makassar (Maritimnews) - Peluang kolaborasi internasional di sektor kepelabuhanan dan kawasan industri semakin terbuka setelah…
Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkuat sinergi…
Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) area Panjang berhasil menjaga produktivitas…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…