Categories: HLLogistikTerbaru

Tingkatkan Standar SDM, PT Aditya Aryaprawira Shipping Rambah Bisnis Oil & Gas

Kegiatan operasional PT Aditya Aryaprawira

MN, Jakarta – PT Aditya Aryaprawira Shipping sejak tahun 2009 sudah merambah bisnis oil and gas. Walaupun bisnis itu tidak sebagus beberapa dekade terakhir, namun usaha di bidang energi tetap menggiurkan bagi industri-industri yang bergerak di bidang maritim.

Presiden Direktur PT Aditya Aryaprawira Shipping, Adhitya Ongkowidagdo menyatakan bisnis oil and gas sejak 4 tahun terakhir mengalami banyak kendala. Perusahaannya termasuk yang terkena dampak dari lesunya bisnis di sektor tersebut.

“Pada tahun 2015, kita tahu sendiri kondisi kita belum kembali seperti semula sehingga kita banyak terpukul lah dari masalah-masalah itu. Kita terpaksa harus jalanin sendiri. Tapi ke depannya memang kalau dilihat dari struktur industrinya sendiri, oil and gas memang tidak bisa kembali seperti kejayaannya semula,” kata Adhi biasa disapa saat ditemui di kantornya, di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (15/2).

Menurut dia, kondisi itu lantaran pemain oil and gas di tingkat global sudah bertambah banyak. Kalau dulu hanya dipegang oleh Amerika Serikat sebagai price maker, kini sudah ada beberapa negara yang bertindak demikian.

“Jadi price maker kalau di bahasa marketing-nya, sekarang ini kalau Amerika bikin harga minyaknya 80 dolar AS ya boleh-boleh saja, tapi Rusia sama Iran tetap menjual 40-50 dolar AS. Nah itu yang namanya terpaksa kalau Amerika tidak menurunkan harga ya tidak laku. Jadi kita tidak bisa lari sendiri lah saat ini, sekarang ini harus ramai-ramai,” terangnya.

Terlepas dalam situasi global tersebut, perusahaannya tetap berbenah secara internal. Terutama dalam aspek Health, Safety, dan Environment (HSE). Pasalnya ketiga aspek itu dituntut untuk mengikuti standar internasional yang sudah ditetapkan.

“Ya memang kita punya ISO (International Organization for Standardization) yang makin lama makin ketat dengan perbaikan SOP-SOP (Standard Operational Procedure) di lapangan yang juga harus semakin tinggi,” ungkapnya.

Guna menopang SOP tersebut, Adhi menyatakan bahwa SDM atau human capital juga menjadi faktor terpenting agar perusahaannya mendapat kepercayaan dari mitra bisnisnya baik dalam maupun luar negeri. Faktor SDM pula yang menurutnya menjadi faktor utama agar Indonesia bisa menjadi pusat maritim dunia.

“Ke depan kalau kita ingin menjadi negara yang sentral maritm dunia mau nggak mau harus meningkatkan  SDM maritimnya. Diperlukan untuk diperbaiki kualitasnya di luar infrastrukturnya yang pasti,” pungkas dia.

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

2 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

2 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

2 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

3 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

3 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

4 days ago