Biaya Pelabuhan Indonesia masih Tetap Tinggi

Tabel simulasi biaya pelabuhan di ASEAN tahun 2017

MN, Jakarta – Upaya Pemerintah menekan biaya logistik dilakukan dengan berbagai strategi, biaya dimaksud sebut saja sisi darat dan laut, salah satunya di pelabuhan. Indonesia memiliki beberapa pelabuhan komersil yang tergolong besar dari Barat sampai Timur.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, biaya kepelabuhanan Indonesia masih tetap tinggi. Kita dapat melihat tabel simulasi yang dibuat tahun 2017 oleh Johnson W Sutjipto, terkait ongkos yang dibayarkan bila memakai jasa pelabuhan di ASEAN.

“Tarif pelabuhan bisa murah itu mimpi. Sewaktu saya jadi Ketum INSA tahun 2008 dan melihat DPC menandatangani kesepakatan dengan Pelindo 1 – 4, yang ada hanya kenaikan tarif,” papar Johnson W Sutjipto selaku Ketua Perkumpulan INSA kepada Maritimnews di Jakarta, Rabu (20/3).

Mr JWS (tengah)

Menurut Johnson, melihat tabel simulasi tersebut biaya pelabuhan Indonesia tercatat lebih tinggi dari negara ASEAN lainnya, ditambah sejak diterbitkannya PP 15 tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor Perhubungan oleh Pemerintah.

Kedepan Pemerintah harus berani menurunkan tarif di pelabuhan komersial serta menekan tarif maupun jenis PNBP Perhubungan Laut. Saat ini dibutuhkan keseriusan Pemerintah juga BUMN dalam upaya menekan biaya kepelabuhanan agar kompetitif.

“Tingginya biaya kepelabuhanan menunjukkan Pemerintah tidak cukup serius untuk memangkas biaya logistik laut. Padahal dengan menurunkan tarif-tarif di pelabuhan, maka biaya logistik nasional dipastikan akan cepat turun,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

7 hours ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

11 hours ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 days ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

3 days ago

PMT Tanjung Intan Raih Green and Smart Port 2025 Predikat Bintang 3

Gresik (Maritimnews) - Komitmen PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Tanjung Intan memperkuat upaya keberlanjutan…

3 days ago

Menuju Danantara 2030: Cetak Biru Transformasi BUMN sebagai Pilar Kedaulatan Ekonomi dan Mesin Pertumbuhan Indonesia

Oleh : Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui…

4 days ago