Adi Sugiri
MN, Pontianak – Keberadaan Terminal Multipurpose Kijing Mempawah Kalimantan Barat letaknya cukup strategis, dekat Laut China Selatan dan Selat Karimata dapat menjadi penghubung antara Sumatera dan Kalimantan, termasuk dengan Singapura, Selat Malaka, juga Asia Timur.
Menurut GM PT Pelindo II (Persero)/IPC cabang Pontianak, Adi Sugiri, perusahaan mempersiapkan fasilitas modern Terminal Multipurpose Kijing untuk ekspor impor (direct call dan domestik) baik petikemas maupun curah kering/cair yang ditargetkan beroperasi di tahun 2020.
“Kami berharap target perusahaan untuk mulai mengoperasikan Terminal Multipurpose Kijing dapat terealisasi pada pertengahan tahun 2020 mendatang,” jelas Adi Sugiri kepada Maritimnews di Pontianak, Rabu (1/1).
Terminal Multipurpose Kijing (Tahap Pertama) sendiri memiliki kapasitas kegiatan B/M petikemas sebesar 500.000 TEUs pertahun, sedangkan untuk B/M Multipurpose sebesar 500.000 Ton pertahun.
Seperti diketahui, pelabuhan Kijing dicalonkan menjadi salah satu dari tujuh hub utama di Indonesia. Untuk membangkitkan kargo hinterland akan dibangun kawasan ekonomi khusus (KEK) seluas 200 hektare, khususnya bagi produk olahan mineral dan komoditas perkebunan, seperti CPO dan Karet.
IPC bersama Aneka Tambang dan Inalum serta investor asing sepakat mendirikan pabrik Smelter Alumina di Mempawah. IPC juga sudah sepakat dengan pabrik pengolahan Kelapa Sawit di Kalbar guna mengapalkan hasil produksinya lewat Terminal Kijing.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…