Jajaran Komisaris dan Direksi PT Rukindo
MN, Jakarta – Setelah sekian lama PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) anak usaha PT Pelindo II/IPC punya satu Komisaris, kini pemegang saham bikin gebrakan dengan menambah 2 (dua) Komisaris dalam upaya meningkatkan produktivitas perusahaan tersebut.
Komisaris Utama PT Rukindo yang sebelumnya dijabat Direktur Teknik IPC Dani Rusli Utama diganti oleh Direktur Operasi IPC Prasetyadi, dengan tambahan anggota Komisaris yakni Bambang S Ervan dan Saiful Islam.
Menyambut Komisaris Utama sekaligus dua komisaris baru, manajemen menggelar acara Pisah Sambut yang dihadiri Direktur Utama PT Rukindo Wahyu Hardiyanto pada hari Senin tanggal 6 Januari 2020 di Jakarta Utara.
“Kedepan bersama komisaris baru, diharapkan Rukindo akan menambah pelanggan baru agar produktivitas perusahaan lebih baik lagi,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Rukindo, Yasarman kepada Maritimnews, Senin (6/1).
Seperti diketahui, target Laba PT Rukindo untuk tahun 2020 mencapai Rp 31 milyar. Sedangkan saat ini, perusahaan hanya mengerjakan proyek pengerukan di pelabuhan Tanjung Priok, Teluk Bayur, dan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban.
Salah satu anggota Komisaris PT Rukindo yang baru, Bambang S Ervan telah berpengalaman sebagai Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub diyakini mampu menghadirkan pangsa pasar khususnya pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…