SFQR Koarmada II Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Miliaran Rupiah

Tim SFQR bersama Bea Cukai dan BKIPM berhasil mengamankan barang bukti benih lobster yang hendak diselundupkan dari Surabaya ke Batam.

MN, Surabaya – Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) TNI AL/ Koarmada II berhasil menggagalkan penyelundupan baby lobster yang akan dikirim ke Batam melalui pesawat udara di Cargo Terminal 1 Bandara Juanda, Surabaya, Senin (8/3).

Bersama dengan Bea Cukai dan Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendali Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), tim SFQR berhasil menggagal tindakan kriminal dengan modus menyelundupkan satu box yang berisikan 30 kantong plastik benih lobster yang diduga ilegal dengan cara mengirimkan barang seolah-olah tabung biasa yang dikirimkan ke Batam melalui kargo udara.

Pengungkapan kasus ini berawal ketika tim SFQR TNI AL/ Koarmada II bersama Bea Cukai dan BKIPM Bandara Juanda melaksanakan pemeriksaan paket barang di Cargo T1 Bandara Juanda pada Senin (8/3). 

Dari hasil pemeriksaan tersebut, berhasil diamankan satu kotak paket barang mencurigakan yang akan di kirim ke Batam via pesawat udara.

“Kita amankan 1 boks mencurigakan yang dikirim oleh seseorang. Setelah dibuka isinya 30 kantong BBL (Benih Bening Lobster). Sementara sampai saat ini, barang bukti masih diamankan di BKIPM Juanda untuk direfresh di bak penampungan dan masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pemilik benih lobster ini,” ungkap Manager Senior Airport Security Letkol Laut (P) Mashabi.

Sementara itu, Kepala BKIPM, Muhlin, menyampaikan bahwa untuk saat ini ekspor bibit lobster sudah ditutup dan seluruh stakeholder di Bandara Internasional Juanda memperketat  pemeriksaan terhadap barang ilegal baik masuk maupun keluar melalui bandara internasional tersebut.

“Benih lobster ini ilegal karena tidak disertai surat keterangan dari BKIPM Surabaya dan mengakibatkan kerugian negara sebesar kurang lebih Rp. 2.937.500.000 dengan perincian 29 kantong plastik berisi 1.000 ekor BBL jenis Pasir dengan total sejumlah 29.000 ekor dan satu kantong berisi 250 ekor BBL jenis Mutiara. Adapun jumlah keseluruhan sebanyak 29.250 ekor terangnya,” pungkasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Pelindo Mengaplikasikan Visi Besar Prabowo Subianto Pada Ketahanan Pangan

Ditulis oleh: Arief Poyuono SE,MKom (Komisaris Pelindo) Pelabuhan dan terminal yang tersebar di seluruh dunia…

1 day ago

IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional, Throughput Tembus 2,8 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – Penutupan Triwulan III tahun 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan…

1 day ago

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan…

3 days ago

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

5 days ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

1 week ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

1 week ago