Prof Dr Marsetio: Saya Bangga Indonesia Masuk Kriteria White List Tokyo MoU

Prof Dr Marsetio saat menghadiri Sidang IMO di London bersama Sekjen IMO Mr Ki Tack Lim

MN, Jakarta – Setelah melalui beberapa catatan penting (kalkulasi binomial) tiga tahun terakhir dari 21 negara di seluruh dunia, akhirnya kapal berbendera Merah Putih yang beroperasi di luar negara Indonesia berhasil masuk kriteria White List dalam Tokyo MoU. Hal ini didasari atas hasil Annual Report Tokyo MoU Tahun 2020.

Status White List Tokyo MoU merupakan pengakuan positif terhadap Port State Control (PSC) Indonesia, sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia terhadap aspek keselamatan dan keamanan pelayaran dan menjadikan pelabuhan di Indonesia dapat bersaing dengan pelabuhan di negara lain.

Ketua Majelis Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya terhadap keberhasilan negara Indonesia yang telah dipercaya masuk Kriteria White List berdasarkan hasil Laporan tahunan MoU on Port State Control in Asia Pacific (Tokyo MoU) 2020.

“Saya bangga Indonesia berhasil masuk kriteria White List dalam Tokyo MoU, terbukti bahwa kita kuat karena kita bersatu dan kita bersatu karena kita kuat,” kata Prof Dr Marsetio kepada Maritimnews di Jakarta, Selasa (4/5).

Prof Dr Marsetio menegaskan, bahwa keberhasilan Indonesia tersebut merupakan pengakuan internasional atas berbagai aspek keamanan dan keselamatan pelayaran kapal-kapal berbendera Indonesia, setelah sebelumnya pernah berada di posisi kriteria Black List dan Grey List.

“Sekali lagi selamat, saya bangga atas pengakuan dunia berdasarkan hasil Annual report Tokyo MoU 2020, bahwa Indonesia masuk kriteria White List. Ini modal berharga bersaing dengan pelabuhan dunia lainnya,” pungkas Prof Dr Marsetio yang juga guru besar Universitas Pertahanan, dan sebagai Special Envoy to IMO London.

Seperti diketahui bersama pada tahun 2018, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub mengeluarkan Surat Edaran UM.003/11DJPL-18 agar Kapal-kapal berbendera Indonesia yang akan berlayar ke luar negeri diperiksa oleh pejabat pemeriksa keselamatan kapal bersama dengan Pejabat Pemeriksa Kelaiklautan dan Keamanan Kapal Asing atau lebih dikenal PSCO (Port State Control Officer).

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

NPCT 1 Raih ILA Award 2026 kategori Container Terminal Operator of the Year

Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…

3 hours ago

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

5 days ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

7 days ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

7 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

1 week ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

1 week ago