Categories: PelabuhanTerbaru

Cegah Pungli dan Gratifikasi, IPC Genjot Digitalisasi

Digitalisasi sistem kepelabuhanan oleh IPC

MN, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC terus memanfaatkan teknologi digital dalam layanan kepelabuhanan. Optimalisasi dilakukan salah satunya pada layanan terminal peti kemas melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi guna meningkatkan efisiensi jasa kepelabuhanan dan mencegah praktik penyuapan.

Adapun beberapa program optimalisasi pelayanan operasional kepelabuhan melalui digitalisasi digunakan IPC yakni pertama, Single Truck Identity atau Single Truck ID merupakan sistem berbasis elektronik yang terintegrasi dengan Trucking Company, Asosiasi Trucking dan Cabang Pelabuhan dalam melakukan pendaftaran Truck ID berisi data identitas kendaraan seperti nomor polisi dan data perusahaan pemilik truk/perusahaan angkutannya.

Kedua, penerapan Centralized Traffic Management System yang merupakan sistem pengendalian lalu lintas dengan pengawasan dan pengaturan aktivitas keluar masuknya truk trailer di dalam wilayah Pelabuhan.

Ketiga, penggunaan i-Hub yang menjadi single platform untuk seluruh pelayanan berbasis digital. I-Hub merupakan pengembangan dari layanan e-Service yang telah berjalan selama ini, dengan menambahkan fitur monitoring, track and trace petikemas dan sarana pengangkut secara realtime dapat dimonitor oleh pemilik barang, berbasis mobile app dan website.

“Dengan implementasi i-Hub, IPC memastikan bahwa semua layanan pengguna jasa kedepan tidak ada lagi physical contact dan berbasis digital,” ungkap Direktur Utama IPC Arif Suhartono dalam Press Release, Selasa (29/6).

Keempat, penerapan Single Terminal Operating System (Single TOS), untuk memudahkan perencanaan dan pengendalian operasi di semua terminal di IPC dalam satu aplikasi TOS. Penerapan Single TOS ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam Inpres No. 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional (NLE) di Pelabuhan.

Kelima, penerapan Driver ID, dalam implementasinya IPC melakukan kerjasama dengan pihak Otoritas Pelabuhan. Harapannya akan terjadi kenaikan tingkat pelayanan terhadap para sopir truk yang bekerja di Pelabuhan dan dengan adanya pengelolaan database secara digital, nantinya juga dapat terjalin simbiosis yang saling menguntungkan, antara para sopir truk dengan para pengelola terminal.

“Digitalisasi membuat pelayanan kepelabuhanan menjadi lebih transparan, lebih optimal, dan yang terpenting tidak memberi ruang untuk praktik penyuapan,” tutup Arif.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

2 days ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

3 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

3 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

5 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

6 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

1 week ago