Rapat Pleno PKP di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Rabu (10/11). Dok Foto: Jakartaobserver
Jakarta (Maritimnews) – Bertepatan Hari Pahlawan 10 November 2021, Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan (DPN PKP) mengumumkan pergantian Sekretaris Jenderal (Sekjen) dari Said Salahudin kepada Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma. Keputusan itu diumumkan oleh Ketua Umum DPN PKP Mayjen TNI Mar (Purn) Yussuf Solichien dalam Rapat Pleno yang berlangsung di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Rabu (10/11).
Keputusan dalam Rapat Pleno ini telah dibahas sebelumnya dalam Rapat Harian DPN PKP, dua hari sebelumnya. Menurut Ketum PKP, pergantian Sekjen ini sudah melalui prosedur yang sesuai dengan AD/ART partai.
“Kami mengumumkan bahwa Sekretaris Jenderal PKP saat ini dijabat oleh Bapak Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma yang menggantikan Bapak Said Salahudin. Pergantian ini sudah melaui forum Rapat Harian dan Pleno dan disetujui oleh pengurus yang hadir. Mekanisme itu sesuai dengan yang diamanatkan oleh AD/ART partai kami,” ujar Yussuf kepada awak media di sela-sela acara tersebut.
Sebelumnya Said Salahudin telah menyampaikan ke media media massa terkait adanya dorongan Munaslub dari pengurus daerah untuk meminta pertanggungjawaban Ketua Umum PKP. Said mengklaim 50 persen lebih pengurus daerah setuju mengenai Munaslub.
Kondisi itu pun dibantah oleh DPN PKP. Syarat untuk menggelar Munaslub berdasarkan AD/ART ialah adanya surat tertulis dari sekurang-kurangnya 2/3 jumlah pengurus daerah kepada DPN PKP.
Pada rapat pleno tersebut, Ketua Umum PKP menegaskan bahwa dengan adanya rotasi, pergantian antar waktu dan revitalisasi personalia DPN PKP itu akan menjadi sebuah momentum untuk PKP bangkit, maju dan berkembang.
“Dengan PKP diawaki oleh para Pejuang dan Petarung sejati, Insya Allah PKP akan lolos verifikasi dan Parliamentary Treshold pada kontestasi politik Pemilu 2024,” imbuhnya.
Yussuf mengingatkan kepada seluruh jajaran PKP agar tetap solid, kompak, bersatu dalam kebersamaan untuk memenangkan Pemilu 2021.
Oleh karena itu Yussuf meminta jajarannya fokus dan konsentrasi pada persiapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, agar PKP menjadi parpol yang pertama lolos menjadi peserta Pemilu 2024.
Posisi dan jabatan Sekjen DPN PKP selanjutnya dijabat oleh Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Syahrul Mamma, MH yang sebelumnya menjabat Kabid Polhukam. Kemudian Laksma TNI (Purn) Dr. Faisal Manaf, SE, MM yang sebelumnya Kabid SDM menjadi Kabid Polhukam.
Sedangkan Kabid SDM dijabat oleh DR. Rita Zahara, SE, MM serta rotasi pada jabatan Wasekjen dan Ketua Departemen. Diantaranya Indri Yuli Hartati dari Waksekhen menjadi Sekretaris Departemen.
Dewan Pembina PKP yang diketuai oleh Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno dikabarkan juga telah menyetujui rotasi kepengurusan ini. Di mana dalam melakukan rotasi kepengurusan menjadi hak prerogatif Ketum yang diatur oleh AD/ART partai.
“Bagaimana kita mengatur PKP ini agar lolos verifikasi. Saya diamanahkan oleh sesepuh TNI untuk memimpin partai ini. Dengan kapasitas saya, saya akan pertahankan partai ini. Jangankan harta benda, nyawa saya pertahankan untuk partai ini,” tegasnya.
Kedudukan Said Salahudin sebagai anggota partai pun tidak diberhentikan oleh Ketum. Said Salahudin hanya diberikan Surat Peringatan terkait tindakannya yang menyebut adanya DPP yang menuntut Munaslub kepada media massa.
“Kita melakukan tindakan berpatokan kepada AD/ART. Dalam AD/ART jika ada kader yang melanggar, kita berikan teguran tertulis dahulu,” ungkapnya.
“PKP tidak hanya membutuhkan kader-kader partai yang pintar dan hebat, namun yg diutamakan adalah kader yang loyal dan militan yang patuh dan setia melaksanakan kebijakan pimpinan partai yang berdasarkan AD/ART,” tandasnya
Sementara itu, Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma, sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) DPN PKP. Syahrul merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1983. Pria kelahiran Ujung Pandang, 63 tahun lalu ini pernah mengemban jabatan-jabatan strategis dalam tubuh Polri maupun pemerintahan.
Di antaranya, pria yang bersosok tenang itu pernah menjawab sebagai Wakabareskrim Mabes Polri pada tahun 2015 dan Wakapolda Sulsel pada 2011. Kemudian pernah menjadi Deputi Bidang Koordinasi Keamanan Nasional Kemenko Polhukam tahun 2014 dan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada tahun 2016.
Usai diputuskan menjadi Sekjen PKP melalui Rapat Pleno, Syahrul berkomitmen untuk terus menjaga kebersamaan di antara pengurus partai baik pusat maupun daerah serta menjunjung tinggi AD/ART partai.
“Saya hanya diamanatkan oleh partai melalui Pak Ketum untuk menjadi Sekjen. Keputusan ini akan saya pegang sebaik-baiknya guna melakukan yang terbaik buat partai ini. Dan untuk menjalankan tujuan partai ini diantaranya lolos Verifikasi KPU dan memenangkan Pemilu 2024,” pungkas Syahrul. (*)
Makassar (Maritimnews) - Secara kumulatif sampai dengan H+10, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat…
Jakarta (Maritimnews) - Mengingat kemacetan luar biasa seusai Lebaran tahun 2025 lalu sebagai pengalaman berharga…
Jakarta (Maritimnews) - Throughput IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) diberbagai wilayah operasionalnya mengalami peningkatan, diawal…
Jakarta (Maritimnews) – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Mudik Gratis Bersama Pelindo menjelang…
Jakarta (Maritimnews) - Di tengah meningkatnya kebutuhan kemanusiaan, baik di tingkat lokal maupun global, kepedulian…
Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memastikan kesiapan operasional penuh dengqn layanan bongkar…